Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 643 - Kalau kau jadi aku...



...***...


Yeon-woo memejamkan kedua matanya. Entah kenapa tapi rasanya begitu tenang berada di tempat ini. Pemandangan yang indah, di tambah dengan tempat yang nyaman, Yeon-woo merasa tempat ini seperti sebuah negeri dongeng yang tidak akan pernah dia temukan di dunia nyata.


Yeon-woo tidak ingat apa-apa. Baik mengenai yang terjadi padanya, maupun mengenai apa yang sekarang sedang dialami oleh tubuhnya.


Perhatian lelaki itu mendadak beralih saat sebuah bayangan menutupi sinar matahari yang menerpa wajah tampannya.


Yeon-woo membuka mata, dan hal pertama yang dilihatnya adalah seorang lelaki albino yang kini berdiri sambil memandanginya.


Yeon-woo lantas bangkit dari posisinya.


"Kau siapa?" tanya Yeon-woo dengan raut wajah bingung.


Louis tersenyum ke arahnya, lalu mengambil duduk tepat di sebelah Yeon-woo yang kini masih menatapnya dengan raut wajah penasaran.


"Aku adalah bagian dari masa lalu yang sempat kau lupakan."


"Apa?" Yeon-woo mengerutkan kening. Louis menoleh tanpa berkata apa-apa. Lelaki itu enggan mengulangi kalimatnya, melihat reaksi dari Yeon-woo yang tidak mengingatnya saja sudah cukup membuatnya sedikit kecewa. Walaupun sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi reaksi tersebut, tapi Louis tetap saja merasa kecewa.


"Tidak, jangan hiraukan perkataanku. Lagipula aku kemari hanya untuk memastikan bahwa kau masih di sini, di dalam tubuh ini."



"Sekarang aku lega karena tahu kau masih di sini, dan aku rasa tidak ada yang perlu aku cemaskan."


"Omong-omong ada hal yang ingin aku tanyakan padamu. Bolehkah aku bertanya? Apakah kau senang hidup di sini?"


"Mengapa kau menanyakan hal itu?"


"Aku hanya ingin tahu."


"Tentu saja aku senang hidup di sini. Aku punya keluarga yang menyayangiku, dan teman-teman yang baik padaku."


"Begitu ya…" Louis bergumam dengan kepala tertunduk. Mendengar jawaban Yeon-woo membuatnya jadi merasa ragu dengan keputusan yang akan diambilnya. Yeon-woo tidak mengerti siapa orang yang ada disampingnya ini, dia tidak mengerti kenapa merasa seolah familier dengannya, dan dia juga tidak mengerti kenapa dia mau menjawab pertanyaannya. Padahal kalau dipikir-pikir dengan akal sehat, orang yang kini duduk disampingnya adalah orang asing yang bahkan baru dia kenal.


"Aku goyah mendengar ucapanmu. Tapi…, keputusan yang aku buat sudah terlalu bulat, dan aku tidak mungkin menyerah begitu saja. Terlebih sudah banyak waktu yang aku korbankan hanya agar bisa menemukanmu dan menjagamu sampai sekarang." Louis terdiam sejenak, mengambil jeda untuk sesaat. Sebelum kemudian dia beradu tatap dengan Yeon-woo.


"Sebenarnya aku datang ke zaman ini adalah untuk membawamu pergi. Tapi melihat kau memiliki kehidupan yang lebih baik di sini, berulang kali membuatku berpikir, apakah yang aku lakukan ini terlalu egois? Apakah aku harus berhenti? Pertanyaan seperti itu selalu muncul di benakku setiap kali aku melihatmu. Apakah ketika aku mendengar ucapanmu barusan. Kalau kau jadi aku…, apa yang akan kau lakukan?" tanya Louis dengan ekspresi yang sulit diartikan oleh Yeon-woo. Sekali lagi lelaki itu hanya bisa diam dengan wajah kebingungan, setiap ucapan Louis selalu berhasil membuat otaknya berpikir keras untuk mencerna setiap kalimatnya.


...***...