Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 388 - Where you going?



...***...


Jakarta, Indonesia, saat ini.


2020


Lucy tersenyum simpul mengingat apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu itu.


Ia beralih meraih gelas minumnya. Meneguk pelan minumannya, lalu mengelap bibirnya dengan serbet yang ada di sana.


Lucy beranjak bangun dari duduknya.


"Kau mau kemana?" tanya Aland yang kini menatap Lucy dengan wajah tertegun karena wanita itu mendadak bangun padahal makanannya belum selesai.


"Aku sudah selesai. Aku ingin kembali ke hotel, ada beberapa hal yang harus aku lakukan."


"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" tanya Aland dengan wajah bingung.


"Kau tidak perlu tahu. Kalau begitu aku duluan." Lucy beranjak meninggalkan Aland seorang diri di meja makannya.


"Apa yang akan dia lakukan?" Aland memonolog. Matanya menatap punggung wanita itu yang terus menjauh hingga sosoknya hilang dibalik pintu keluar.


Aland yang merasa penasaran, segera menyelesaikan sarapannya dan membayar semua hidangan yang telah mereka santap. Ia segera mengejar Lucy yang sudah sangat jauh.



...*...


Lucy menutup pintu kamarnya. Ia segera menghampiri koper dan mengambil handsfree serta laptop miliknya.


Ia segera menghubungi Ethan yang sekarang berada di London.


"Eth?"


"Ya? Ada apa Lucy? Kau ingin menanyakan tentang target kalian? Maaf, aku belum mendapatkan apa-apa."


"Tidak, bukan itu. Aku menghubungimu karena aku ingin meminta bantuanmu."


"Bantuan? Boleh. Apa yang bisa aku bantu."


"Bisakah kau mencarikanku identitas seseorang?"


"Hal yang mudah. Siapa namanya?"


"Maxime Laurent La Vergne."


"Namanya seperti orang Prancis," gumam Ethan di seberang sana.


"Ya. Dia memang orang Prancis."


"Oh, aku menemukannya!"


"Benarkah?" Lucy berbinar mendengarnya.


"Ya. Di sini di katakan dia adalah seorang pengusaha ternama di Indonesia."


"Apa nama perusahaannya?"


"MLV corporation."


"Baiklah. Terima kasih."


"Bukan masalah, omong-omong siapa dia?"


"Bukan siapa-siapa. Hiraukan saja."


"Baiklah. Kalau kau butuh apa-apa, jangan sungkan untuk menghubungiku."


"Okay."


"Aku juga akan menghubungimu setelah mendapatkan informasi mengenai target kalian."


"Thanks. Selamat bekerja."


"Yes."


Lucy melepaskan handsfree yang terpasang pada telinganya. Tangannya mulai bergerak mengetik nama perusahaan yang di sebutkan oleh Ethan tadi.


Ia tersenyum simpul ketika layar putih itu akhirnya menampakkan sesuatu.


Ada gambar sebuah gedung perusahaan di sana, lalu beberapa gambar orang yang terkait yang sering muncul dalam artikel dan beberapa berita lain.


Lucy mencatat alamatnya. Begitu selesai, ia menekan satu gambar seorang pria tampan berwajah campuran Eropa-Asia dengan rambut agak kecokelatan.


Lucy beranjak bangun dari tempat duduknya, ia segera mengganti pakaiannya dengan stelan kantor.


Aland tiba di kamar, tepat setelah ia selesai berganti pakaian. Pria itu terkejut dengan Lucy yang kini mengenakan kemeja putih berlengan panjang yang di lipat hingga siku, kemudian rok hitam pendek dengan kaki jenjangnya berbalutkan stocking hitam yang senada.


"Where you going?" tanya Aland bingung.


"Aku harus melakukan sesuatu. Untuk sementara, tetaplah di sini dan tunggu kabar dari Ethan. Aku akan kembali setelah urusanku selesai, dan kalau ada informasi terbaru, segera hubungi aku. Okay?"


"Baiklah, tapi kau akan kemana dengan pakaian seperti ini?"


"Aku akan membuat kejutan untuk seseorang." Lucy tersenyum simpul dan melangkah pergi dengan langkah anggunnya.


...***...