Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 539 - Map



...***...


"Benar, dan itu artinya ruang gerak kita semakin sempit."


"Kalau seperti ini, kita juga tidak akan memiliki ruang untuk mencari keberadaan Lusia. Bagaimana sekarang?" William menimpali.


"Kalau polisi sudah mulai turun tangan dalam hal ini, maka orang-orang seperti kita juga akan tercium. Hal ini akan menjadi bencana besar, apalagi kalau si tua bangka itu sadar akan hal ini. Mereka tidak akan tinggal diam dan akan secepatnya melakukan tindakan," gumam Elvina.


"Apa maksud kalian?" Aland tidak mengerti.


"Tolong bicara dalam bahasa Inggris." Lucy sama bingungnya dengan Aland.


"Begini, maksud kami kalau polisi sampai turun tangan dalam hal ini, maka itu akan menjadi bencana. Bisa saja profesor bertindak untuk mencegah semua itu terjadi. Kemungkinan terburuknya, profesor akan lebih berusaha keras menangkap kita dengan cara apapun. Selain itu… sepertinya mereka akan mengirimkan orang yang lebih kuat dibandingkan Joe," jelas Rei pada Lucy dan Aland dalam bahasa Inggris.


Lucy dan Aland menganggukkan kepalanya pelan, menyimak setiap kalimat yang baru saja terlontar dari bibir Rei.


"Kita pasti bisa menemukan jalan keluarnya," gumam Lucy.



...*...


"Lou, Al, aku berhasil melacak keberadaan mereka!" kata Ethan di seberang sana dengan intonasi cepat.


"Apa? Benarkah?" Lucy tertegun. Ia cepat-cepat menghampiri laptop yang tergeletak di atas mejanya.


"Ya."


"Dimana lokasinya?" tanya Lucy yang segera membuka laptopnya dan segera mengecek apakah Ethan sudah mengirimkan lokasinya atau belum.


"Ada apa, Lou?" Aland menghampiri Lucy yang tampak sangat bersemangat.


Lucy menoleh sekilas padanya sebelum membeli fokus pada kegiatannya.


"Eth sudah berhasil melacak lokasinya."


"Benarkah?" Aland berbinar mendengarnya. Lucy hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.


Aland duduk di sebelah Lucy yang kini sibuk mengutak-atik laptopnya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Rei mewakili pertanyaan yang sama dari Elvina dan William.


"Rekan kami berhasil menemukan lokasi mereka," ujar Aland.


"Benarkah?" Elvina dan Rei berucap berbarengan.


"Ada apa?" William tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.


"Rekan Liana dan Aland berhasil menemukan lokasi dari Andrich dan Melinda," jelas Elvina.


"Sungguh? Itu berita bagus!" William tersenyum mendengarnya.


"Ya." Elvina menyetujui.


"Jadi, dimana lokasinya?" Rei berdiri di sisi lain Lucy sedangkan Elvina dan William berdiri di belakangnya.


"Sebentar, Ethan sedang mengirimkan lokasi mereka," kata Lucy yang masih mendengarkan ucapan Ethan di seberang sana.


"Aku sudah mengirimkan lokasinya," tutur Ethan setelah beberapa saat sibuk pada layar laptopnya.


Layar laptop Lucy akhirnya menampilkan sebuah map berisi lokasi dengan titik merah yang menjadi pertanda tempat dimana target mereka berada.


"Ini…" Rei terdiam memperhatikan peta yang dilihatnya.


"Bukankah ini peta wilayah Kalimantan?" Elvina mewakili kedua sepupunya.


"Kenapa mereka ada di sana?" William mengerutkan keningnya.


"Aku sudah berhasil melacak keberadaan mereka. Lokasinya terdeteksi dari arah Kalimantan, lebih tepatnya berada di Tarakan." Ethan menjelaskan pada Lucy.


Lucy menekan titik merah itu dan memperbesar gambar petanya hingga lebih jelas.


Daerah Tarakan yang tertera di sana menjadi titik tempat target mereka ada.


"Kenapa sinyal lokasinya berasal dari sini? Bukankah lokasi terakhir yang kita dapatkan itu masih berlokasi di Jakarta?" tanya Lucy pada Ethan disana.


...***...