Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 329 - Costumer service



...***...


Blam!


Pintu di tutup dengan sedikit kasar. Mila, melangkah masuk ke dalam ruang kerja sahabatnya yang kosong.


Pagi ini, dirinya secara tidak sengaja mendapat kabar dari salah satu rekannya yang mendapatkan surat dari seorang pengantar pos.


Pengantar pos mengantarkan sebuah surat yang berasal dari Pricilla. Surat itu tidak lain merupakan surat pengunduran dirinya.


Mila percaya tidak percaya saat ia mendapati kabar bahwa sahabatnya yang baru saja menjajakan kakinya dalam dunia kedokteran malah tiba-tiba mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.


Ia sudah berusaha menghubungi Pricilla untuk menanyakan kebenarannya, namun nomor wanita yang menjadi sahabatnya itu sama sekali tak bisa dihubungi.


Mila mengambil duduk di kursi yang ada di sana. Ia diam termangu di tempatnya, kepalanya bersandar pada meja yang ada dihadapannya.


Aku benar-benar penasaran, apa sebenarnya alasan dia berhenti? Kenapa dia tidak bisa aku hubungi? Kemana dia sebenarnya, dan kenapa dia mendadak mengundurkan diri? batinnya.


Berbagai pertanyaan datang menghampiri otaknya, menyisakan rasa penasaran yang makin membesar kala ia memikirkannya.


"Aku benar-benar tidak percaya kau akan mendadak keluar seperti ini. Padahal kemarin, semuanya masih baik-baik saja, dan kau masih menceritakan banyak hal padaku." Mila bergumam pelan. Selanjutnya hening, ia masih enggan untuk mengemasi semua barang-barang sahabatnya sebelum ada kejelasan dari Pricilla.


"Apa lebih baik aku coba hubungi dia lagi?" Mila mengeluarkan ponselnya. Segera ia mencari nomor Pricilla untuk dihubunginya.


Bunyi 'tuut' panjang, berulang kali di dengarnya. Selanjutnya suara sang costumer service yang menjawab.


Mila menghela napas kesal. Sudah bosan dia mendengar suara wanita itu.


"Nomornya mendadak tidak aktif. Kemana kau sebenarnya?" Mila memandangi nomor telpon Pricilla yang baru saja ia coba hubungi.



...*...


"Apa?! Kalian gagal menemukan mereka?!" Lelaki itu memekik pada Ron dan anak buahnya dengan raut wajah murka. Kalimat yang baru saja terlontar dari bibir Ron benar-benar tak dapat di percayanya, anak buahnya gagal menangkap dua orang yang bahkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekuatan yang mereka miliki.


"Ampun, tuan. Tolong maafkan kami."


"Arghh! Dasar tidak becus!"


"Kami benar-benar meminta maaf." Ron berujar dengan wajah takut dan posisi kepala tertunduk, pun semua anak buahnya. Mereka enggan bertatap muka dengan lelaki yang menjadi tuannya itu.


"Apakah kalian tidak bisa menemukan mereka lewat alat elektronik atau benda yang telah mereka gunakan? Kenapa kalian tidak coba melacak mereka dari sana?" Profesor ikut angkat suara setelah beberapa saat terdiam.


"Kami sudah melacak mereka lewat ponsel dan telecosys milik Derek. Namun kami kehilangan jejaknya sesaat sebelum kami berhasil menemukan mereka. Sebagai gantinya, kami justru menemukan telecosys dan ponsel mereka yang di buang di jalanan ketika mereka melarikan diri. Bahkan telecosys milik Derek hancur akibat terlindas kendaraan," jelas Ron.


"Kalau begitu tidak ada pilihan lain. Untuk bisa menangkap mereka berdua, kita harus mengerahkan semua penjaga yang ada. Perintahkan seluruh evolver yang ada di lapangan untuk mengawasi apakah Derek ada di sekitar mereka atau tidak. Lalu hubungi pada evolver penjaga di seluruh penjuru dunia untuk mengawasi. Sebarkan gambar Derek dan wanita itu," titahnya.


...***...