
...***...
Semuanya terjadi begitu cepat. Sejak memutuskan untuk ikut dengan Louis, Yeon-woo menyaksikan semuanya. Melihat keluarganya menangis melepaskan kepergiannya. Semua orang di zaman itu kini telah mengenangnya sebagai seorang remaja berusia delapan belas tahun yang meninggal akibat kecelakaan dan sempat mengalami koma.
Louis ikut menangis melihat itu. Terlebih dia juga bisa merasakan rasa sakit Yeon-woo saat melihat semuanya. Louis juga jadi merasa bersalah karena sudah menyetujui permintaan Yeon-woo untuk ikut dengannya. Hanya saja, Yeon-woo selalu menghiburnya dan mengatakan bahwa itu bukan salahnya. Semua yang terjadi adalah atas pilihan Yeon-woo sendiri.
Setelah semua yang terjadi. Louis lantas membawa Yeon-woo pergi dari tahun 2535. Tugasnya di zaman itu sudah selesai, sekarang dirinya harus kembali ke tempat dimana semuanya berawal. Kembali ke titik nol dimana Louis akhirnya memutuskan untuk mencari Rei di masa depan.
"Apakah kau yakin dengan keputusan ini?" Berulang kali Louis menanyakan pertanyaan serupa pada Yeon-woo.
"Bukankah kau sendiri yang bilang bahwa setelah aku memilih tidak akan pernah ada lagi jalan mundur?"
"Ya…"
"Aku akan berusaha merelakan semua yang aku tinggalkan di sini. Maka dari itu, ayo kita pergi."
Louis menghela napas dalam-dalam sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. Ia menggunakan kekuatannya, membuka kembali portal dimensi untuk bisa kembali ke tahun 2019.
Ia melihat Yeon-woo lalu mengulurkan tangannya. Yeon-woo menganggukkan kepala setelah menggenggam tangan Louis. Berusaha meyakinkan lelaki itu bahwa dirinya benar-benar sudah siap.
Louis dan Yeon-woo melangkah satu langkah menuju portal itu. Sebelum melompati masuk ke dalam sana. Sekali lagi Louis mengalami hal yang sempat dialaminya ketika dia pertama kali memutuskan untuk pergi ke masa depan.
Louis melihat kilasan yang sama. Tentang darah, ledakan, dan sebuah kekacauan yang sampai sekarang masih menjadi pertanyaan baginya.
...*...
Hutan di pulau.
2019
Louis baru saja akan bicara dengan Yeon-woo, menjelaskan apa yang baru saja dilihatnya. Tapi begitu menoleh ke arah lelaki yang bersamanya, tubuh Yeon-woo tiba-tiba saja berubah.
Jiwa lelaki itu berubah menjadi cahaya yang kemudian bergerak ke arah dimana tanaman yang muncul setelah tubuh Rei lenyap itu berada.
Louis tertegun. Tubuhnya seketika membatu melihat itu semua. Tak lama cahaya itu berubah menjadi cahaya yang lebih terang, dan tubuh Rei muncul di atas tanaman yang dilihatnya.
Louis membelalakkan mata. Ia segera berjongkok dan memastikan bahwa semua itu benar-benar tuannya. Setelah memastikannya, Louis sekarang yakin betul bahwa itu adalah Rei. Lelaki itu telah kembali, bahkan Louis bisa merasakan detak jantung dan aliran darah di tubuhnya.
"Tuan…" Louis menangis sambil memeluknya. Usahanya berhasil mengembalikan Rei. Ia benar-benar senang karena Rei telah kembali. Tapi walaupun begitu Louis tetap merasa bersalah karena sudah memilih jalan yang salah untuk mengembalikan tuannya. Ia mengorbankan Rei yang lain.
...***...