Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 384 - Felix



...***...


"Memangnya apa yang akan kau bicarakan?" tanya Felix yang mana merupakan kekasih Lucy, sekaligus orang yang sebentar lagi akan beralih menjadi suaminya.


Dalam waktu beberapa bulan lagi, Lucy seharusnya mempersiapkan diri untuk pernikahannya. Tapi karena misinya, dan rekannya yang masih belum ia temukan, ia jadi mengesampingkan itu semua dan lebih memprioritaskan pekerjaannya.


"Aku tiba-tiba harus pergi ke Indonesia untuk menyelesaikan misi yang sedang aku jalani."


"Indonesia? Kapan?" Intonasi terkejut pria di seberang sana begitu jelas. Lucy jadi merasa sedikit bersalah karena menghubunginya tiba-tiba seperti ini, apalagi dalam satu tahun terakhir kekasihnya itu kurang kasih sayang dan perhatian darinya yang terlalu stres dengan misi.


"Hari ini, maksudku… aku sudah di dalam pesawat dan sebentar lagi akan berangkat."


"Kenapa begitu mendadak? Apakah kau lupa kalau beberapa bulan lagi, kita akan menikah?"


"Aku benar-benar minta maaf karena memberitahumu mendadak begini, aku juga tidak tahu kalau aku harus pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan misiku. Ethan baru saja berhasil melacak keberadaan targetku, dan aku mengikutinya. Tapi ternyata, dia akan pergi ke Indonesia. Maka dari itu, aku tidak mungkin melepaskannya begitu saja. Apalagi kau tahu sendiri 'kan bagaimana perjuanganku dalam setahun ini, apalagi tanpa Am?"


"Ya, aku tahu. Dan kau akan benar-benar pergi?"



"Benar. Maka dari itu, aku menghubungimu untuk berpamitan sebelum aku benar-benar pergi."


"Perasaanku jadi tidak enak. Tidak bisakah kau tidak pergi?"


"Tidak mungkin. Aku harus menangkap mereka dan menemukan Am."


"Baiklah kalau begitu. Berapa lama kau akan pergi?"


"Aku tidak tahu. Tapi, akan aku pastikan. Aku akan kembali sebelum pernikahan kita."


"Maaf, karena aku jadi kurang memperhatikanmu gara-gara misi ini."


"Tidak apa-apa. Aku mengerti, kalau misimu bukanlah misi yang bisa kau tinggalkan atau lewatkan begitu saja. Hanya satu pesanku, jangan sampai kau kenapa-kenapa. Jangan sampai terluka!"


"Aku berjanji."


"Aku mencintaimu."


"Aku juga." Lucy memutus sambungan telponnya sepihak. Hatinya mencelos kala ia harus meninggalkan kekasihnya seperti ini. Pergi tanpa sempat bertemu sama sekali, ditambah dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Lucy benar-benar sudah jarang bertemu dengannya.


Bahkan bisa dihitung dengan jari, berapa kali ia bertemu dalam setahun terakhir.


Beruntung walaupun begitu, Felix masih mengerti akan situasinya.


Felix tahu kalau Lucy—kekasihnya itu bekerja sebagai agen mata-mata, dan setelah banyak hal yang mereka lewati dalam kurang lebih dua tahun hubungan mereka.


Dalam dua tahun itu, Lucy dan Felix sudah banyak mengalami hal yang bahkan tak pernah mereka duga dalam hubungan mereka. Walaupun begitu, hubungan mereka masih tetap awet.


Setahun yang lalu, Lucy sempat melepasnya karena ancaman dari Garmond. Tapi keputusannya, justru malah membuat kekasihnya berada dalam bahaya.


Lucy yang tak ingin kekasihnya terluka kala itu harus bersusah payah guna melindunginya dan mendapatkan kekasihnya itu kembali.


Hubungan Lucy sendiri sempat ditentang oleh kedua orang tua Felix, tapi mereka kemudian merestui hubungannya setelah Lucy berhasil menyelamatkan Felix dari bahaya.


Sementara Lucy bekerja sebagai seorang agen mata-mata. Beda halnya dengan Felix. Lelaki itu bekerja sebagai app development yang lebih berfokus pada menciptakan game virtual berbasis online. Mereka dipertemukan, ketika Lucy menyamar dan menyusup ke perusahaannya.


...***...