
...***...
"Kalian tidak datang untuk membantuku?" Joe mengerutkan keningnya.
"Tidak. Melainkan untuk menangkapmu!" Beberapa evolver seketika bergerak menangkap Joe yang berdiri di sana.
Joe terbelalak saat tiba-tiba beberapa penjaga memeganginya dengan sekuat tenaga.
Rei dan Elvina tidak mengerti dengan apa yang terjadi, begitu juga dengan Joe yang masih bingung dengan apa yang sedang mereka lakukan.
"A… apa yang kalian lakukan?! Kenapa kalian menangkapku?!" Joe berusaha membebaskan diri. Joe berusaha memberontak tapi gagal melepaskan dirinya.
"Ini atas perintah tuan dan profesor!" ujar salah satunya.
"Omong kosong apa yang kalian bicarakan?!" Joe mulai kesal dengan tingkah mereka yang kini berusaha menariknya paksa.
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka menangkap Joe?" Elvina menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Aku juga tidak tahu. Tapi sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk kita melarikan diri. Joe sedang sibuk dengan mereka, jadi kita memiliki kesempatan untuk membawa Will pergi."
"Kau benar. Ayo pergi." Elvina dan Rei mengangkat tubuh Rei dan hendak membawanya pergi. Tetapi, langkah mereka terhenti tepat ketika dua orang pria lain mendadak muncul dari arah yang hendak mereka tuju.
Elvina dan Rei menghentikan langkahnya ketika mendapati dua pria paruh baya berdiri di hadapan mereka.
Elvina membulatkan kedua matanya saat melihat siapa lelaki yang sekarang menghentikan langkah mereka.
"Aku memang meminta mereka untuk menangkapmu Joe!" Pria itu berujar pada Joe yang berusaha memberontak, ia berhenti ketika mendengar ucapan lelaki yang berdiri di sana.
"Profesor, tuan…"
Profesor dan lelaki di sampingnya menoleh ke arah Elvina dan Rei yang kini memapah tubuh William.
Profesor membulatkan mata saat sadar siapa yang ada di sana.
"Elvina… lama tak jumpa." Lelaki itu menyeringai menatap Elvina. Beda halnya dengan Elvina yang kini menatapnya tajam.
Profesor diam memandanginya dengan tatapan intens, memandangi Rei sambil menyipitkan kedua mata mereka.
"Joe, ikut dengan kami!" Tuan berujar.
Penjaga yang semula memegangi Joe lalu melepaskan pegangannya.
"Kalian! Tangkap mereka!" Profesor memerintahkan penjaga untuk menangkap Elvina, William dan Rei.
Mereka segera bergerak menghampiri Elvina, Rei, dan William.
"Jangan sampai satupun di antara mereka melarikan diri!"
"Baik."
Mereka mengepung Rei dan yang lainnya. Rei, Elvina, dan William bergerak mundur ketika mereka mulai berusaha menangkap mereka.
"Rei… apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin melawan mereka, ada profesor di sini. Mereka akan lebih mudah untuk melumpuhkan kita," gumam Elvina yang makin cemas.
"Kita harus tetap tenang. Aku akan memikirkan cara agar kita bisa melarikan diri."
"Sisa tenagaku hanya tinggal sedikit."
"Aku tahu, tidak mungkin kita menghadapi mereka. Terlebih kondisi William dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti ini. Mereka bisa saja dengan mudah membuat pengalihan lalu menangkap salah satu di antara kita."
Rei, dan Elvina menghentikan langkah mereka ketika mereka tiba di ujung jalan.
Tepat di belakang mereka, ada pagar besi yang menghalangi.
Kita tidak akan bisa pergi kalau begini jadinya. Apakah tidak ada cara lain selain melawan? Rei berusaha memikirkan cara, sampai akhirnya ia mendapatkan ide.
Louis, panggilnya pada si albino. Lelaki itu langsung muncul di hadapan mereka.
Louis berdiri melindungi Rei, Elvina dan William dibelakangnya.
...***...