
...***...
Cahaya mendadak muncul dari berbagai tempat. Rei dan yang lainnya terdiam dengan wajah kebingungan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi, sampai akhirnya orang-orang melangkah keluar dari dalam sana.
"D-dia..." Elvina menelan salivanya susah payah.
"Dia baru saja memanggil evolver lain dari dimensi yang berbeda..." Derek tercekat. Semua evolver itu melangkah keluar dari dalam portal waktu dan melangkah ke tempat dimana mereka berada.
Rei dan yang lainnya bergerak berusaha melindungi satu sama lain. Evolver yang harus mereka hadapi semakin banyak jumlahnya. Dan hal itu mulai membuat Elvina serta yang lainnya cemas.
"Apa yang harus kita lakukan...?"
...*...
Jakarta, Indonesia.
2535
Andrich terdiam memandangi Melinda yang kini tertidur pulas di ranjangnya. Wanita itu tampak lebih tenang setelah dia sempat mengeluh mual dan bahkan muntah-muntah berulang kali. Sekarang wajahnya yang tampak pucat setidaknya menjadi terlihat lebih baik. Hanya saja, dia masih terlihat tidak bertenaga.
"Aku harap dia baik-baik saja..." gumamnya pelan. Andrich beranjak dari tempatnya setelah memastikan wanita itu tertidur pulas. Andrich sedang membuatkan makanan untuk di makan Melinda agar wanita itu merasa lebih baik. Dia pergi ke dapur dan mulai disibukkan berkutat dengan bahan-bahan yang ada. Beruntung Derek memiliki satu robot android yang biasa membantu pekerjaan rumahnya, jadi Andrich tidak terlalu kesulitan untuk membuatkan makanan untuk Melinda.
"Anda tidak apa-apa, tuan?" An334 bergegas menghampirinya dengan begitu cemas. Robot android itu memang begitu peka terhadap setiap manusia yang tinggal bersamanya. Termasuk Andrich yang selama beberapa waktu sudah tinggal bersamanya dan Derek untuk menyembuhkan lelaki itu.
"Kepalaku entah kenapa tiba-tiba saja terasa sakit."
"Apakah anda sakit? Kalau begitu duduklah, akan aku lanjutkan tugas anda." An334 menarik kursi yang ada dan meminta Andrich untuk duduk di sana.
"Terima kasih." Andrich mengambil duduk di kursi yang tadi dia berikan.
"Beristirahatlah hingga anda merasa lebih baik." An334 melanjutkan kegiatan Andrich. Sementara lelaki itu terduduk, Andrich masih meringis menahan sakit pada kepalanya. Dia sama sekali tidak tahu kenapa kepalanya mendadak terasa sakit.
Ada apa denganku? Kenapa kepalaku terasa sakit? Apakah jangan-jangan ini adalah efek yang profesor Derek katakan padaku? Tapi rasa sakitnya biasanya tidak seperti ini... Ini lebih sakit dari biasanya... Andrich membatin. Sebelumnya kepalanya memang sering terasa sakit, terlebih setelah Derek membantu untuk melepaskan chipset yang hangus di otaknya dan memulihkan kondisinya seperti semula. Chipset di otaknya sempat mengalami kerusakan karena adanya gangguan pada komponennya yang disebabkan oleh sistem dopamine otaknya yang meningkat. Hal itu membuatnya mau tidak mau harus menjalani operasi untuk mengangkat chipset di otaknya.
Beruntung Derek bisa melakukannya dengan sempurna, dan chipsetnya berhasil dia lepaskan. Selain itu sejak chipset di otaknya di lepas, Andrich jadi lebih mudah mengontrol sistem tubuhnya. Terutama sistem pada dopamine yang mempengaruhi emosinya. Namun dari apa yang terjadi itu, Andrich jadi sering mengalami sakit pada kepalanya.
Yang lebih anehnya lagi adalah kali ini rasa sakitnya lebih kuat dari sebelumnya.
Brukk!
Andrich tersentak kaget ketika mendengar suara sesuatu.
...***...