Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 485 - Lelaki dalam pigura



...***...


Apa yang baru saja terjadi? batin Lucy yang tidak bisa dengan jelas mengingat kejadian beberapa saat yang lalu sebelum Joe menghentikan waktunya.


Brukk!


Fokus Aland dan Lucy beralih pada suara Rei yang tersungkur di tanah. Mereka spontan menoleh dan bergegas menghampiri Rei.



"Rei, bangun!" Lucy dan Aland menepuk-nepuk wajah lelaki yang terbaring itu. Ekspresi wajah mereka panik bukan main saat Rei mendadak tumbang tak sadarkan diri.


Di saat yang bersamaan. Louis sama paniknya dengan mereka.


Lakukan sesuatu! Kalian jangan hanya diam sana, teriak Louis yang bahkan suaranya sama sekali tidak bisa mereka dengar.


"Kita harus lakukan sesuatu," kata Lucy sambil menoleh pada Aland di sampingnya.


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Ayo bawa dia pergi."


"Kemana? Elvina menghilang entah kemana, dan kita tidak tahu rumah Rei."


"Kalau begitu kita bawa dia ke apartemen kita untuk sementara waktu dan kita rawat dia sampai pulih. Kalau kita membawanya ke rumah sakit, maka kita tidak akan bisa mengawasinya secara intens."


"Ide bagus!" Aland setuju. Ia segera menggendong tubuh Rei pergi dari sana.


Lucy berjalan mengikuti dari arah belakang. Pun Louis yang kini mengikuti keduanya.


Louis mengikuti kemana Lucy dan Aland membawa tuannya.


...*...


William terdiam. Pikirannya terus di penuhi oleh bayang-bayang sosok seorang laki-laki yang berada di pigura berisi gambar Joe dengan seseorang.


Saat Joe hendak pergi, William sempat menyelinap masuk ke dalam kamarnya untuk mengecek apa yang dia lakukan.


Aku ingin tahu siapa sebenarnya lelaki yang berada dalam foto itu? Kenapa Joe tampak sangat akrab dengannya? Apakah dia saudaranya?


William terus dihampiri berbagai pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu terngiang memenuhi benaknya sampai-sampai membuat William tidak bisa lepas dari hal yang sempat dilihatnya.


Blam!


Suara pintu yang di tutup dengan kasar membuatnya tersentak kaget dan spontan bangun dari duduknya. Ia melangkah keluar dari dalam kamarnya untuk mengecek siapa yang baru saja datang.


Begitu melihat keluar, William melihat Joe yang baru saja tiba dengan membawa Elvina yang tidak sadarkan diri.


"Astaga, Elvina!" William spontan berlari menghampiri Joe yang membawa Elvina.


Lelaki itu merebahkan tubuh kakaknya di atas sofa yang ada di sana.


"El…" lirihnya sambil menghampiri Elvin. Menepuk-nepuk wajahnya berusaha membuatnya sadar.


Joe menepis tangannya cepat. "Apa yang kau lakukan? Aku tidak menyuruhmu untuk datang. Kembali ke dalam ruanganmu!" teriak Joe dengan wajah kesal.


"Apa yang kau lakukan pada kakakku?" William menatapnya dengan wajah yang tidak kalah kesal.


Joe terdiam mendengar ucapan William barusan. Air mukanya mendadak berubah murung.


Kepalanya tertunduk. Ia mendadak kembali teringat akan Derek.


"Apa yang telah kau lakukan padanya?!" kesal William.


"Aku hanya memberikannya obat bius. Kau tidak perlu mencemaskannya," kata Joe dengan nada suara yang tidak seketus tadi.


"Obat bius? El…" William menghampiri kakaknya dengan wajah cemas. Ia menepuk-nepuk pipinya berharap Elvina merespon tindakannya.


Joe pergi dari sana untuk membawa gelang yang sama yang di pasangnya pada William. Tak lama, ia kembali dan memasangkan gelang itu pada Elvina agar begitu bangun, dia tidak memberontak atau berusaha melawan.


"Menyingkir dari sini!" Joe mendorong tubuh William menjauh darinya.


...***...