
...***...
"ARGHHH!!!" Joe mendadak berteriak histeris. Semua orang langsung beralih fokus padanya. Derek yang berada tepat di sampingnya bahkan sampai terkejut dan langsung mencoba memastikan apa yang terjadi padanya. "Joe? Kau kenapa?"
Derek panik bukan main. Terlebih lelaki itu sama sekali tak merespon. Joe memegangi kepalanya dengan kedua tangan dan terus berteriak sekencang-kencangnya. Seolah dia baru saja mengalami sesuatu yang membuat kepalanya terasa begitu sakit. Dorothy dan yang lainnya bergegas menghampiri lelaki itu dan mengerubunginya dengan penuh rasa cemas. Mereka sungguh bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Joe, dan mereka sama sekali tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan.
"Joe, katakan apa yang terjadi?"
"Sakit... Kepalaku rasanya sakit sekali, arghh!!!" Joe memegangi kepalanya. Dia tak kuasa menahan sakit pada kepalanya. Bahkan saking sakitnya, Joe sampai menjambak rambutnya sendiri dengan kedua tangan.
Derek berusaha untuk menenangkannya, namun apa yang dilakukannya sama sekali tidak berguna. Di saat mereka sedang sibuk dengan Joe, secara tiba-tiba para evolver yang tadi tidak sadarkan diri dan telah mereka kalahkan mendadak bangkit dan berdiri dengan tegak mengelilingi mereka. Hal itu membuat mereka terkejut.
"Teman-teman..." Fero bergumam. Daisy dan yang lainnya spontan berbalik dengan wajah terkejut. Semua penjaga sudah bergerak mengerubungi mereka. Menyadari hal itu, sebagian orang berusaha untuk melindungi Joe. Sementara sebagian lagi berusaha untuk tetap menenangkan Joe dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Saat mereka berusaha menenangkan Joe, tiba-tiba saja lelaki itu diam dengan posisi berdiri tegak, matanya kosong menatap lurus ke depan, hal itu membuat semua orang kebingungan. Joe yang tadinya berteriak sekarang tiba-tiba saja diam seperti patung. "Joe? Joe?"
Derek berulang kali mengguncang tubuh lelaki itu. Tapi dia sama sekali tidak merespon dan cenderung hanya diam menatap lurus ke depan nyaris tak berkedip.
"Apa yang sekarang terjadi padanya?" Luna tak mengerti.
"Aku tidak tahu."
"Ini sungguh aneh, kenapa Joe mendadak bersikap seperti ini?" Dorothy menatap pria itu dengan cemas.
"Dia tidak akan bisa mendengarkan kalian." Martin mendadak muncul bersama dengan Lusia. Kedatangannya langsung menyita perhatian semua orang di sana.
"Lusia!" Rei membelalakkan matanya begitu melihat gadis itu telah berubah seratus delapan puluh derajat. Tapi walaupun dia memiliki penampilan yang berbeda, tapi Rei masih tetap bisa mengenalinya dengan mudah.
"Apa yang terjadi dengannya?" gumam Elvina.
"Sepertinya itu adalah efek dari apa yang dilakukan oleh profesor padanya..." balas William.
Lusia? Jadi benar, dia adalah Lusia yang mereka maksud? Itu artinya... Kekasih yang dimaksud oleh Rei adalah dia? Dorothy tidak menyangka. Semuanya saling terhubung satu sama lain, antara dirinya dan orang-orang di sekelilingnya.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Lusia?!" Rei menatap Martin tajam.
"Dia? Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya mengaktifkan kekuatan yang selama ini tertidur dalam tubuhnya."
"Apa?"
"Itu berarti... Lusia sebenarnya adalah evolver?" gumam Elvina.
"Sulit di percaya..." tutur William.
"Joe sadarlah!" Derek kembali mengguncang tubuh lelaki itu, mencoba membuatnya tersadar. Namun apa yang dilakukannya sama sekali tidak berguna karena Joe seolah berada di tempat yang berbeda. Pria itu seakan terpisah antara jiwa dan raganya.
"Dia tidak akan bisa mendengarkanmu karena dia sekarang ada dipihakku!"
...***...