Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 747 - Kakak yang hebat



...***...


Luna memeluk gadis itu dengan kondisi berlinang air mata. Kondisi Naya sungguh tidak mungkin tertolong lagi. Gadis itu mengeluarkan darah dari mulutnya, dan kesadarannya hampir hilang. "Bertahanlah... Aku mohon... Naya..."


Naya membuka kedua matanya. Menatap Luna yang kini memeluknya sambil menangis. Pandangan gadis itu kabur, dia tidak bisa melihat Luna dengan jelas. Namun dia masih bisa mendengar suara Luna. "Kak Luna..."


"Naya..."


"Kakak jangan menangis... Naya baik-baik saja."


"Tidak. Bertahanlah, Naya... Aku mohon..."


"N-Naya sungguh baik-baik saja... Kakak jangan menangis... Naya tidak suka melihat kak Luna menangis... Kak Luna adalah orang yang kuat, dan kak Luna adalah idola Naya..." Naya tersenyum tipis. Tangan kecilnya bergerak meraba pipi Luna yang basah karena air mata. "Kakak adalah orang yang hebat, dan Naya yakin kakak akan menang melawan mereka..."


Luna semakin terisak. Ia memeluk tubuh Naya semakin erat dengan air mata yang semakin deras membasahi kedua pipinya. "Bu-buatlah Naya kagum dengan memenangkan pertarungan ini... Naya yakin kakak pasti bisa..."


"Jangan berkata seperti itu. Bertahanlah, kau pasti selamat. Aku akan berusaha untuk membuatmu selamat! Aku tidak akan membiarkanmu pergi..."


"Te-terima kasih karena kak Luna selama ini sudah menjadi kakak yang sangat baik dan peduli pada Naya... Naya menganggap kakak sudah seperti kakak Naya sendiri..."


"Jangan. Jangan bicara apapun lagi. Kau pasti selamat Naya!"


"Se-selamat tinggal, kak Luna... Naya sayang kakak..." Naya tersenyum simpul dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya. Tak lama tangan gadis itu terkulai dan dia tak sadarkan diri. Luna menjerit melihat itu. Ia memeluk tubuh kecil Naya dalam pelukannya dan menangis sekencang-kencangnya. Anak itu sudah benar-benar pergi meninggalkannya.


Dorothy memberontak sekuat tenaganya. Dia ingin segera berlari ke arah Luna dan memeluk Naya. Memeluk anak kecil yang sudah dianggap anaknya sendiri itu.



Brukk!


Derek tersungkur saat beberapa orang penjaga mendorongnya. Dia tidak tinggal diam. Bergegas dia menggunakan kekuatannya, menghempaskan semua penjaga itu sebelum mereka menyentuhnya. Para penjaga itu seketika terpental jauh dari tempatnya.


Derek berusaha untuk bangkit dari posisinya, namun perhatiannya langsung tersita oleh suara Dorothy yang berteriak tak jauh dari posisinya. Menyadari hal itu, bergegas dia menggunakan kekuatannya untuk menghempaskan para penjaga yang memegangi tubuh wanita itu. Dorothy langsung bangkit dan berlari menuju arah Luna. Tiba di sana, dia langsung menangis sejadi-jadinya.


Srakkk!


Elvina terdorong hingga nyaris jatuh. Beberapa penjaga terus berdatangan melawannya. Dengan napas terengah-engah dan beberapa bagian tubuh yang terluka, Elvina berusaha untuk bertahan. Jumlah mereka terlalu banyak. Semakin kita mengulur waktu, maka kita akan semakin mudah untuk dikalahkan... Kalau seperti ini, kita semua bisa mati terbunuh di sini.


Bugh!


Para penjaga itu kembali menyerang Elvina dengan menggunakan kekuatan mereka. Beruntung Elvina berhasil menghindar dari serangan mereka. Wanita itu bahkan langsung menyerang mereka balik dengan kekuatannya. Di sisi lain, sementara Elvina sibuk dengan para penjaga yang menyerangnya, beda halnya dengan William yang kini sibuk membantu Lucy, Aland dan Amanda. Mereka berempat bekerja sama untuk melawan para penjaga yang terus menyerang mereka semua.


...***...