
...***...
"A… apa yang sedang kau lakukan?" Pricilla bertanya terbata.
"Aku sedang mengecek saldo di rekeningku. Setelah itu, tolong antarkan aku ke ATM. Aku harus menarik sejumlah uang agar bisa menginap dan membeli tiket pesawat."
"Kau mengecek saldo rekening lewat benda itu?" Pricilla berubah penasaran. Entah kenapa benda dalam pergelangan tangan Derek membuatnya tertarik, benda itu sama sekali belum pernah ia temukan di manapun.
"Tentu saja. Ini namanya telecosys, alat untuk berhubungan dengan seseorang dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan dunia digital. Benda ini mirip seperti ponsel, namun lebih canggih."
"Cih… tidak mungkin ada alat seperti itu. Aku saja baru mendengarnya. Alat yang lebih canggih dari ponsel? Kau berusaha menipuku?" Pricilla mendelik ke arahnya.
"Kau tidak percaya?"
"Tidak!"
Pricilla memilih untuk kembali fokus pada jalanan dihadapannya. Sementara itu, Derek kembali pada telecosysnya. Ia hendak mencoba menghubungi Nils lagi untuk meminta bantuan padanya.
"Aku harap kali ini dia bisa dihubungi," gumam Derek yang kemudian menekan tombol yang ada di sana sampai layar hologram muncul menampakkan gambar lelaki yang menjadi temannya itu.
Pricilla takjub dibuatnya ketika melihat alat itu ternyata berbentuk mirip seperti sebuah alat yang pernah ia lihat dalam film-film bertema masa depan yang dimana mereka berhubungan dengan orang di jarak yang jauh dengan layar hologram.
"Nils, syukurlah akhirnya kau menjawab." Derek tersenyum lega.
"Maaf, tadi aku sedang ada meeting. Ada apa? Kenapa kau menghubungiku?"
"Aku… ingin meminta bantuan lagi padamu." Derek berbicara dengan sedikit ragu-ragu. Ia rasanya tidak enak kalau harus meminta bantuan dari Nils lagi, apalagi uang yang di pinjamnya terakhir kali adalah uang dengan jumlah banyak yang ia habiskan untuk membeli alat-alat dan perlengkapan di laboratoriumnya agar penelitiannya kembali berjalan.
"Begini… aku mendapatkan masalah dengan para penjaga. Aku membutuhkan uang agar aku bisa mencari tempat yang aman untuk melarikan diri dari mereka."
"Masalah? Apa yang terjadi sampai kau terlibat masalah dengan para penjaga? Apakah ada hubungannya dengan Joe?"
"T… tidak, ini tidak ada hubungannya dengan Joe. Aku benar-benar terlihat masalah tanpa campur tangan Joe. Ceritanya panjang, tapi aku akan menjelaskan semuanya padamu nanti."
"Begitu rupanya. Baiklah, kalau begitu aku akan mengirimkan uang ke rekeningmu. Belilah tiket dan kemarilah, kau bisa tinggal bersamaku."
"Masalahnya… aku tidak ingin membuatmu terlibat dalam masalahku. Aku tidak ingin menambah beban hidupmu, kau kirimkan saja uangnya. Aku akan mencari tempat lain untuk bersembunyi, dan aku akan mengembalikan semua uangmu begitu aku mendapatkan uang. Dan kalau ada penjaga yang mendatangimu untuk menayangkan segala tentangku, kau bilang saja kalau kau tidak tahu apa-apa tentang semua ini. Aku tidak ingin kau terluka karenaku."
"Baiklah, terserah apa katamu saja. Aku akan kirimkan sekarang uangnya."
"Terima kasih. Oh, dan kalau Joe datang untuk menemuimu, katakan juga kalau kau tidak tahu apa-apa."
"Iya."
"Sekali lagi terima kasih."
"Bukan masalah."
Derek mematikan sambungan telponnya sepihak sebelum akhirnya mengecek kembali saldo rekeningnya yang kini sudah mulai bertambah dari nilai sebelumnya.
Pricilla hanya bisa melongok melihat apa yang baru saja Derek lakukan.
Dia baru saja memeras orang itu, kan?
...***...