Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 683 - Keputusan bodoh



...***...


Dorothy memeluknya dengan begitu erat. Sementara wanita yang ditugaskan membawa mayat itu hanya diam dengan wajah kebingungan. Mereka tidak tahu harus berbuat apa, sampai kemudian Cato dan yang lainnya keluar dari ruangan itu dan menghampirinya.


"Dorothy..." Miles dan Martin menatapnya. Wanita itu mendongak penuh emosi. Dia berusaha menyerang mereka, tapi Cato langsung menahannya. Lelaki itu langsung membawa Dorothy keluar.


Wanita itu terus meronta, menangis sambil terus mengumpati Miles dan Martin yang telah membunuh Lusia. Cato akhirnya membawa wanita itu ke salah satu pintu keluar dan melepaskannya begitu mereka tiba di sudut jalan dekat tangga.


"Kau benar-benar kejam! Kau bukan manusia. Kalian semua berengsek!" Dorothy mengayunkan pisau di tangannya tepat ke arah leher lelaki yang menjadi suaminya itu. Cato hanya diam tanpa melawan, karena dia tahu Dorothy tidak mungkin mampu berbuat seperti itu terhadapnya. Dan benar saja, tangan wanita itu membeku di udara. Tepat sebelum sempat ujung pisaunya menusuk ke lehernya.



Dorothy mencengkram pisau itu erat, sambil terus menangis sebelum akhirnya dia menjatuhkannya di lantai dengan Dorothy yang kini menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang masih berlumuran darah. Wanita itu terisak. Tak kuasa menahan air matanya.


Dorothy terkulai dan akhirnya jatuh dengan posisi duduk di lantai. Cato lagi-lagi hanya diam dan menatapnya tanpa sedikitpun rasa bersalah tampak di wajahnya. Dia hanya menatap istrinya dengan perasaan tidak mengerti. Cato sama sekali tidak mengerti kenapa Dorothy sampai menangisi Lusia sampai sebegitunya, padahal bahkan mereka tidak memiliki hubungan darah apa-apa dengannya.


"Berhentilah menangis. Kau harus merelakannya. Lagipula semuanya sudah terjadi," ucap Cato. Dorothy yang mendengar itu langsung mendongakkan kepalanya.


"Semudah itu kau bilang? Kau memintaku untuk berhenti menangis dan merelakan semuanya. Kau bicara seolah-olah kau sama sekali tidak merasa bersalah. Apakah kau sadar dengan semua ini? Apakah kau sadar bahwa apa yang kalian lakukan ini ilegal dan kalian bahkan baru saja membunuh anak-anak tidak bersalah! Aku saja bahkan yang menyaksikan semua ini merasa bersalah. Kau sudah melibatkan ku sampai sejauh ini, dan kau bahkan tidak merasa bersalah sama sekali? Apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Aku sama sekali tidak mengerti kenapa kau bisa berubah secepat ini."


"Semua yang terjadi tadi adalah kesalahan teknis, dan itu bukan bagian dari rencana. Jadi baik aku, Miles maupun Martin sama sekali tidak membunuhnya." Dorothy hanya bisa diam. Pikirannya seolah kosong begitu mendengar penuturan suaminya barusan. Ternyata Cato sungguh tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Kau gila! Kalian semua benar-benar gila. Kau bahkan tidak merasa bersalah sama sekali." Dorothy menghentikan tangisnya. Mengusap air matanya dan memasukkan kembali pisau miliknya ke dalam kantong mantelnya. "Aku benar-benar salah karena aku diam selama ini. Padahal seharusnya sejak awal aku langsung memberitahukan semua ini pada pihak berwajib agar kalian bisa dihentikan. Tapi aku ternyata salah, aku terlalu bodoh mengambil keputusan untuk diam. Aku akan melaporkan ini semua pada polisi."


"Jangan berani-berani kau—"


"Dan satu hal lagi!" Dorothy langsung memotong ucapannya. Membuat Cato diam.


...***...