Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 57 - Operasi



...***...


Medan gaya, kemampuan Elvina ini, mirip seperti The Invisible Woman dalam film Fantastic Four yang mana memiliki kemampuan untuk menciptakan perisai pelindung tidak terlihat, serta kekuatan untuk mengontrol dan memanipulasi objek. Namun, bedanya, Elvina hanya mampu menciptakan perisai medan gaya untuk melindungi dirinya dari serangan musuh dan menambahkan sedikit percikan listrik sebagai serangan.


Setelah selesai menjelaskan kekuatannya. EvolabS101, kemudian menghampiri mejanya dan mengambil beberapa lembar kertas di sana. Ia kembali dan memberikan kertas tersebut pada Elvina, lengkap dengan pena.


"Aku ingin kau mengisi ini semua," jelasnya.


Elvina menundukkan kepala, menatap setiap tulisan yang ada di lembar kertas di genggamannya. Soal matematika. Elvina mengerutkan kening. Ia tidak mengerti kenapa EvolabS101 memberikan kertas itu padanya. Memangnya dia pikir, ia sedang ujian?


"Untuk apa?" Elvina akhirnya bersuara.


"Untuk memastikan kekuatanmu yang lain berfungsi dengan stabil. Sejauh ini, kita hanya melakukan tes secara fisik tanpa melibatkan pikiranmu. Maka dari itu, aku ingin mengecek dan memastikan bahwa kemampuanmu yang lain juga bekerja. Karena sering kali ada perbedaan antara pengecekan lewat monitor dan secara langsung."


Elvina tanpa banyak bicara langsung mengerjakan segalanya sesuai permintaan EvolabS101. Entah kenapa, tapi otaknya bergerak begitu cepat. Hanya dalam satu kali menatapnya saja, Elvina sudah langsung tahu setiap jawaban dan rumus untuk mengisi setiap soal yang tertulis di sana.


Bagaikan ada sebuah angka-angka dan rumus yang berterbangan di otak dan matanya. Elvina hanya mengikuti setiap gerakan tangan dan pikirannya. Kurang dari dua puluh menit, Elvina sudah menyelesaikan lebih dari lima puluh soal matematika dengan tingkat kesulitan yang luar biasa.


Begitu selesai, Elvina menaruh pena dalam genggamannya, dan memberikannya pada EvolabS101 lengkap dengan kertas yang baru saja ia isi.


EvolabS101 segera mengeceknya, setelah memeriksa. Semua hasilnya benar. Ia tersenyum simpul kemudian menatap Elvina lekat.


"Hasil yang sempurna," ucapnya.


EvolabS101 lalu menyelesaikan tesnya pada tubuh Elvina, setelah selesai. Ia segera melepaskan segala alat yang terpasang pada Elvina dan memperbolehkannya untuk kembali ke ruang isolasi.



Aku harus memastikan semuanya dalam keadaan aman, agar aku bisa lari dan membebaskan William, pikirnya. Tiba di ruang isolasi, Elvina segera di minta untuk masuk dan duduk di ranjangnya.


Evolab107 melangkah keluar begitu tugasnya selesai. Di depan pintu masuk, ia mengotak-atik telecosysnya. Melakukan panggilan telpon dengan profesor untuk memberitahukan informasi terkini terkait Elvina.


Elvina terdiam di tempatnya. Ia memperhatikan pintu dan mengawasi cara kerja kuncinya agar ia mengerti bagaimana membukanya.


"Prof, kondisinya semakin membaik, dan tampaknya ia siap untuk operasi berikutnya," ujar Evolab107 dengan suara sedikit dipelankan. Elvina yang terduduk di sana, bisa dengan sangat jelas mendengar suaranya.


Operasi? Operasi apa yang dia maksud? pikir Elvina sambil terdiam memandanginya.


"Baiklah, prof. Secepatnya akan saya persiapkan segalanya." Evolab107 menutup pintu rapat dan menguncinya. Ia lalu melenggang pergi meninggalkan tempat Elvina. Sosoknya melintas di jendela yang dapat dilihat dengan jelas olehnya.


Sepeninggalan Evolab107, Elvina terdiam memikirkan perkataannya barusan.


"Operasi apa yang dia maksud? Apakah mereka akan melakukan operasi pada tubuhku? Tapi, untuk apa?" gumam Elvina dengan kepala tertunduk.


Aku harus secepatnya pergi dari sini.


...***...