Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 69 - Gelagat aneh



...***...


Malam semakin larut. Tidur Elvina yang nyenyak mendadak terganggu oleh hembusan angin malam yang begitu kencang. Rasa dinginnya udara bahkan terasa begitu menusuk hingga ke tulang.


Elvina membuka kedua matanya perlahan. Ia bangun dari posisinya sambil menarik selimut guna menutupi tubuhnya yang kedinginan.


"Udaranya begitu dingin," gumam Elvina pelan. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Pintu kamarnya yang langsung menuju luar itu, terbuka cukup lebar.


Pantas saja begitu dingin, ternyata pintunya terbuka, pikir Elvina. Ia merangkak turun dari ranjang tidurnya hendak menutup pintu. Lebih dulu atensinya tertuju pada ranjang yang seharusnya ditempati oleh Amanda.


Elvina melihat wanita berjilbab hitam itu raib dari tempat pembaringannya. "Amanda hilang? Kemana dia? Apakah jangan-jangan… dia keluar?" Elvina memonolog.


Kenapa dia keluar malam-malam begini? Apakah dia tidak kedinginan? Udaranya padahal begitu dingin, batinnya. Elvina melangkah menuju pintu keluar. Tiba diambang pintu, Elvina tidak melihat Amanda sama sekali.


"Aku kira dia di luar, tapi ternyata tidak. Apakah jangan-jangan dia pergi ke suatu tempat? Aku harus memeriksanya, takutnya para penjaga itu, menemukan Amanda lagi." Elvina melangkah keluar dari dalam kamarnya. Ia menutup pintunya rapat sebelum melanjutkan langkah mencari Amanda yang tiba-tiba menghilang dari dalam kamarnya.



Sepanjang langkahnya, Elvina sama sekali tidak mampu mendengar suara lain, selain deburan ombak yang begitu tenang.


Langit malam terlihat begitu indah dengan dihiasi gemerlap bintang dan bulan purnama yang bersinar begitu terang. Pemandangan laut lepas yang membentang luas dihadapannya terlihat lebih cantik dengan pantulan sinar cahaya bulan di permukaannya.


Entah kenapa, namun begitu dirinya benar-benar berada diluar. Elvina sama sekali tidak merasa kedinginan walau anginnya bertiup cukup kencang.


"Aku tidak bisa menemukannya di manapun. Kemana sebenarnya Amanda pergi?" ucap Elvina yang terus mengedarkan pandangannya mencari sosok Amanda di sekitar tepi pantai.


Elvina menghampiri tempat Amanda berada. Amanda, wanita berjilbab hitam itu, terlihat tengah sibuk dengan entah apa. Namun dari raut wajahnya, ia tampak begitu resah.


"Senior Lou, come in! Come in! Senior Lou!"


Samar-samar Elvina dapat mendengar suara Amanda begitu langkah kakinya semakin dekat dengannya.


Elvina sudah berada beberapa langkah di belakangnya, dan Amanda sama sekali belum menyadari keberadaannya.


"Oh my God! Aku tidak bisa menghubungi senior Lou dan senior Al. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan agar mereka tahu keberadaanku sekarang?"


Amanda masih terdengar berbicara sendiri. Berulang kali, wanita itu menempelkan jarinya pada bagian telinganya yang tertutupi jilbab hitamnya.


Elvina menghentikan langkah kakinya. Walaupun ia tidak mengerti kenapa dengan apa yang di ucapkan oleh Amanda, tapi dirinya bisa cukup merasakan keganjilan yang terjadi pada Amanda.


Amanda terlihat merogoh sesuatu dari dalam tas kecil yang terpasang pada pinggang bagian belakangnya. Melihat tas itu, membuat Elvina ingat akan salah satu tas yang di pakai dalam anime Naruto. Tasnya cukup mirip, hanya saja dengan warna yang berbeda.


Elvina memperhatikan Amanda dari posisinya. Amanda baru saja mengeluarkan sebuah benda kecil, seperti laptop. Tetapi, berukuran sangat kecil. Kurang lebih ukurannya sedikit lebih besar dari buku catatan berukuran A5.


Apa yang dia lakukan?


...***...