Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 350 - Ssttt…



...***...


"Kita sudah mencarinya seharian tadi, lalu sekarang bagaimana? Bagaimana kalau tidak tidak menemukannya sama sekali?" tanya Pricilla seraya meraih serbet dalam pangkuannya dan mengelap bibirnya pelan. Ia baru saja selesai makan.


"Aku yakin dia pasti menemukan Jessy," sahut Derek sembari meraih gelas minumannya dan meneguk pelan isinya.


"Bagaimana kalau tidak tidak menemukannya?" Pricilla melipat kedua tangannya di atas meja sembari menatap lekat lelaki itu.


Derek menghela napas pelan. Menatap Pricilla dihadapannya dengan wajah sebal.


"Kenapa kau begitu pesimis? Seharusnya kau bersikap optimis agar kita benar-benar bisa menemukannya."


"Ya, aku begini karena bisa saja kita gagal 'kan? Lagipula kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang."


"Kita pasti bisa menemukan Jessy dan bebas dari kejaran. Pada penjaga." Derek menekan kalimatnya, beranjak bangun dari tempat duduknya hendak membayar makanan yang baru saja mereka nikmati.


Pricilla ikut bangun dan berjalan mengekor di belakang. "Bagaimana kalau penjaga lebih dulu menangkap kita?" tanya Pricilla lagi.


"Ssttt… jangan bicara keras-keras! Di sini banyak orang. Kau ingin mereka dengar?"


"Memangnya kenapa? Lagipula mereka tidak mengerti dengan ucapan kita 'kan?"


Derek mendekatkan wajahnya ke arah Pricilla. "Dengar! Semua orang di sini rata-rata membawa ponsel mereka, dan sudah aku bilang sebelumnya kalau orang yang mengejar kita pastinya sudah menyadap setiap alat komunikasi yang ada di seluruh penjuru dunia agar kita tertangkap. Kalau kita bicara keras-keras, mereka akan langsung tahu dengan suara kita, dan mereka akan dengan mudahnya menangkap kita. Paham?"


"M… maaf, aku tidak berpikir sampai sejauh itu."


"Maka dari itu, berhenti bicara dan ikuti saja kemana aku melangkah. Sudah aku bilang padamu, jika kau ikut denganku, itu artinya kau menjadi tanggung jawabku, dan kau akan berada dalam perlindunganku. Akan aku pastikan, kau tetap selamat hingga aku berhasil menciptakan serum untuk melawan serum evolusi milik profesor," bisiknya pelan.


Pricilla tanya diam tanpa kata. Iris matanya beradu dengan Derek yang entah kenapa matanya begitu indah.


Matanya ternyata indah juga, pikir Pricilla. Ia tersenyum tipis sebelum kemudian melangkah meninggalkan tempatnya.


Setelah membayar, Derek dan Pricilla berencana untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Mereka berjalan menyusuri trotoar guna mencari taksi kosong yang akan mengantarkan mereka pulang. Tapi karena mereka mencari restoran yang terletak di pinggiran kota, membuat mereka kesulitan sendiri untuk mencari taksi agar bisa kembali ke hotel tempat mereka menginap.



...*...


Mobil yang di tumpangi Lucy dalam keadaan terbalik. Tubuh Lucy di dalamnya sampai perputaran sembilan puluh derajat dengan posisi kepala menyentuh atap mobilnya dengan bagian belakang ringsek.


Lucy tak sadarkan diri untuk sesaat. Kepala dan beberapa bagian tubuhnya bersimbah darah akibat pecahan kaca mobilnya yang di sebabkan benturan hebat dengan permukaan jalan beraspal.


Prang!


Setelah berulangkali memukul jendela mobilnya, lelaki itu berhasil memecahkannya. Ia segera membuka pintu dan menarik tubuh Lucy keluar.


Lucy sadarkan diri tepat saat mereka menarik tubuhnya keluar dari dalam mobil.


Dengan kasar, mereka menarik Lucy menuju mobil yang mereka gunakan untuk menabrak Lucy.


Beberapa orang di tepi jalan kembali berjalan saat mengira mereka telah membantu Lucy untuk di antar ke rumah sakit.


...***...