
...***...
"Kalau kau berani melarikan diri, maka gelang ini akan secara otomatis mengeluarkan sengatan listrik yang akan membuatmu langsung tidak bertenaga. Jangankan melarikan diri. Kalau kau keluar lima langkah saja dari rumah ini, kau akan langsung tersetrum." Joe berujar sambil menatap William yang meringis sambil mengecek pergelangan tangan dan kakinya.
"Lepaskan aku!" William berteriak penuh emosi.
"Percuma kau berteriak. Kita hanya berdua di sini, dan tidak akan ada orang yang mampu mendengar suara teriakanmu."
"Brengsek! Aku tidak akan tinggal diam!" William bangkit dari posisinya dan berlari menuju arah Joe. Mengangkat tangannya, siap untuk menghantamkan tinjunya tepat ke arah wajah Joe.
Bzztt!
Belum sempat kepalan tangannya menyentuh permukaan kulit Joe, William sudah lebih dulu tersetrum.
"Akh—" William langsung tersungkur jatuh di lantai sambil memegangi tangannya yang memakai gelang dari Joe.
"Oh, aku lupa mengatakan bahwa gelang itu juga akan menyerangmu setiap kali berusaha melukaiku." Joe berucap datar.
"Arghh…" William memegangi tangannya yang kebas bukan main. Sengatan listrik itu benar-benar membuat tubuhnya lemas.
"Diamlah di sini. Aku akan kembali lagi nanti." Joe beranjak bangun dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan William.
"Jangan pergi. Lepaskan aku dulu!" teriak William dengan sangat kencang.
"Joe! Lepaskan aku!" Seberapa keras pun dirinya berteriak, Joe tidak akan pernah mendengarkan suaranya.
Blam!
Joe menutup pintunya dengan sedikit kasar. Cahaya remang-remang yang semula keluar dari balik pintu seketika berubah, bergantian kegelapan abadi tanpa setitik cahaya pun.
Selanjutnya, William hanya bisa meringkuk sambil menangis.
"Lepaskan aku…" lirihnya putus asa.
El… Rei… kalian dimana? Cepat bantu aku keluar dari sini. Aku tidak ingin berada di sini…
...*...
"Tapi fokus Rei sekarang lebih tertuju pada William yang hilang daripada kekasihnya." Aland menjawab.
"Ini juga aneh. Aku tidak mengerti, kenapa William juga bisa hilang di saat yang bersamaan?" Lucy termangu memikirkan kejadian yang mereka alami selama seharian ini.
"Bagaimana kalau ternyata hilangnya William ada kaitannya juga dengan hilangnya gadis itu?" Aland berasumsi.
"Maksudmu, mereka di culik oleh orang yang sama? Yaitu target kita?"
"Bisa jadi saja 'kan?"
"Kenapa kau bisa berasumsi seperti itu?"
"Aku hanya tiba-tiba teringat akan kejadian tahun lalu, saat Am tertangkap dan menjadi salah satu korban yang hilang."
"Oh, kau benar. Saat itu, banyak orang dari seluruh penjuru dunia yang juga menghilang di saat yang bersamaan 'kan?"
"Ya."
"Kalau itu benar, maka kita juga harus mengawasi Elvina."
"Dan artinya, Elvina dan Rei akan bisa menuntun kita menuju persembunyian target kita?"
"Kita harus mencari cara agar bisa mengawasi mereka berdua!"
"Tapi bagaimana caranya? Kita pasang kamera pengawas?"
"Ruang gerak kita akan sangat terbatas kalau kita menggunakan kamera pengawas."
"Lalu bagaimana?"
"Kalau bisa, kita cari perumahan dekat tempat Elvina tinggal. Itu akan lebih mudah, dan kita akan lebih leluasa mengawasinya. Karena kita tahu bagaimana pergerakannya. Tapi dilihat dari keadaan kemarin… sepertinya ini tidak akan bisa kita lakukan juga."
"Oh, aku tahu! Kita minta Ethan untuk mengawasi Elvina dan melacak ponselnya."
...***...