Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 626 - Aku sudah memperingatkanmu



...***...


"Takdir akan kembali berubah?" ulang Louis.


"Rei yang kau bawa akan terjebak di masa lalu, dan Rei di masa depan yang bersamamu akan di ketahui meninggal orang-orang. Bisa dibilang, orang-orang di masa tempat asalnya akan menganggap Rei meninggal di masa itu, sementara orang-orang di masa lalu tempat kau membawanya akan menganggap bahwa dia adalah Rei yang asli. Dan takdir akan tertukar antara Rei yang ada di masa lalu, dengan Rei yang ada di masa depan."


Rei diam tertunduk dengan tangan terkepal erat. Mungkin dia egois, tapi dia hanya ingin tetap bersama Rei. Tanpanya, Louis hanya akan menjadi roh tanpa jiwa.


"Aku tidak peduli. Aku akan melakukannya apapun resikonya! Aku hanya ingin bersama Rei lebih lama."


"Sudah aku bilang, bukan berarti dengan kau membawa Rei dari masa depan, dia akan ingat padamu. Lagipula kau tahu, kalau kau sampai menukar tubuhnya, dia akan menjadi Rei yang berbeda. Tubuhnya, akan tetap sama seperti terakhir kali dia meninggal. Dia akan punya kekuatan yang Rei miliki saat dia meninggal, dan itu bisa saja membuatnya meninggal. Dan lagi, aku tidak akan bisa melindungi dan menjaganya karena dia memiliki darah yang berada. Walaupun saat kau membawanya ke sini dan menukar posisi mereka, DNA mereka akan sama, tapi tetap saja. Darah yang mengalir di tubuhnya telah berubah karena waktu. Jadi aku tidak akan bisa menjaganya."


Louis masih dalam keadaan tertunduk. Setiap ucapan dari pria tua itu seolah menjelaskan bahwa memang semua yang nanti akan dilakukannya sudah dilarangnya.


"Aku tahu kau kehilangan, Rei. Tapi mungkin sudah saatnya kau berusaha untuk melepasnya."



"Mungkin kau akan menganggap ku egois. Tapi asal kau tau saja, aku tidak bisa membiarkannya seperti ini. Aku tidak bisa membiarkan Rei meninggal begitu saja. Aku tidak hanya memikirkan tentang diriku, tapi aku juga memikirkan tentang Elvina dan William. Memikirkan tentang orang-orang yang selama ini selalu menyayangi dan menjaganya. Tentang orang-orang yang selalu berusaha membuatnya bahagia. Aku tidak mungkin membiarkan mereka mengalami hal yang sama denganku. Aku tidak mungkin melakukan itu. Aku tidak ingin membuat mereka sedih, terlebih aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk selalu menjaga mereka bertiga dan memastikan mereka selalu bersama."


"Hanya itu satu-satunya cara untuk menepati janjiku sendiri."


"Aku sudah memperingatkan mu, tapi sepertinya tidak ada gunanya melarangmu. Kau tidak akan mendengarkan kata-kataku kan?"


Louis hanya diam tanpa kata.


Untuk waktu yang cukup lama keadaan berubah hening. Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari bibir mereka masing-masing, sampai akhirnya si kakek tua itu menyerah dan memutuskan untuk menerima setiap keputusan yang diambil Louis.


Setidaknya, dia sudah memperingatkan Louis mengenai setiap keputusan yang nanti akan diambilnya.


"Sekali lagi aku tekankan, aku sudah memperingatkan mu. Selanjutnya, kau tanggung saja akibatnya sendiri. Aku harus pergi, waktuku sudah habis."


"Baiklah…, terima kasih karena sudah menjelaskan semuanya padaku. Kau tuduh perlu cemaskan aku. Akan aku tanggung apapun resikonya."


Lelaki tua itu hanya menghela napas. Tak lama tubuhnya mulai berubah menjadi setitik cahaya yang kemudian menghilang seiring dengan gerakannya yang semakin tinggi menuju langit di sana.


...***...