Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 55 - Telpon



...***...


"Maaf soal itu," ujar profesor yang lantas berbalik. Berjalan menghampiri Elvina yang berusaha bangun dengan sedikit tertatih. "Bagaimana menurutmu?" tanyanya dengan santai.


Elvina menatapnya dengan raut wajah kesal. Kedua tangannya terkepal erat. "Hentikan semua ini! Apa yang telah kau lakukan ini adalah sesuatu yang salah! Kau sudah membuat nyawa banyak orang dalam bahaya," cetus Elvina.


"Dalam bahaya?" Profesor mengeluarkan smirk-nya. "Semua ini tidak berbahaya, karena aku sudah memastikan tidak akan pernah ada lagi kegagalan dalam segara proyek yang aku buat. Kau tidak perlu cemas, aku sudah pernah berulang kali gagal. Tapi, itu dulu. Sekarang sudah berbeda, serum Evolgesysv-03 yang aku buat ini sudah sepenuhnya sempurna. Dan aku pastikan tidak akan ada yang mati hanya karena serum ini!"


"Kau sudah bermain-main dengan nyawa manusia. Kau pikir ini lucu? Kau pikir ini adalah sesuatu yang kecil?! Hentikan semua ini atau aku akan melaporkan semua ini pada pihak yang berwenang, agar kau di tangkap dan semua proyekmu ini di hancurkan!" ancam Elvina.


"Kau tidak akan bisa melakukan itu."


"Kenapa tidak?! Aku bisa saja melaporkan tindakanmu ini pada polisi agar mereka semua segera kembali dan menghancurkan laboratoriummu ini!"


"Mereka tidak akan bisa kemari. Mereka tidak akan pernah bisa menemukan tempat ini. Kau tahu kenapa? Karena tempat ini tidak akan pernah bisa ditemukan oleh orang-orang biasa."


Elvina mengerutkan kening. Ia tidak mengerti dengan ucapannya. Perhatian keduanya dalam sekejap beralih pada bunyi telecosys yang terpasang di pergelangan tangan profesor.



Profesor segera menekan tombol yang ada. Ia lalu menempelkan jari jempolnya di telinga dengan ketiga jari dilipat dan menyisakan jari kelingking yang kini menyentuh bagian bibirnya.


"What?" ucapnya pada seseorang di seberang sana dalam bahasa Inggris.


"Sorry, prof… kami gagal menangkapnya. Target berhasil lolos," tutur lelaki di seberang sana dalam bahasa Inggris. Elvina terdiam di depannya. Ia bisa dengan sangat jelas mendengarkan pembicaraan mereka.


"Bagaimana bisa?"


"Dia melawan kami, kemudian melarikan diri. Kami sempat mengejarnya, tapi kami kehilangan jejaknya."


"Find and catch her!"


"Wait! Tapi, bagaimana dengan si jenius hacker? Kalian berhasil menangkapnya?"


"Untuk yang satu itu, kami berhasil menangkapnya, prof. Kami sudah meminta bala bantuan untuk segera mengirimkannya ke sana."


"Nice. Pastikan dia benar-benar tidak sadarkan diri, dan jangan sampai dia lari!"


"Baik, prof…"


Ia menutup sambungan telponnya sepihak. Profesor kembali beralih fokus pada Elvina yang berada di sana.


"Tour finished! Sekarang waktunya kembali," ujar profesor padanya. Profesor mengotak-atik telecosysnya, meminta beberapa evolver penjaga untuk datang ke tempatnya berada.


Tidak lama, dua evolver penjaga, tiba di sana. "Anda memanggil kami, prof?" tanya satu evolver.


"Antar dia kembali ke ruang isolasinya. Aku harus mengatasi masalah yang terjadi," titahnya pada evolver penjaga yang baru saja tiba.


"Baik, prof." Dua evolver penjaga itu segera bergerak mencengkram lengan Elvina.


"Tidak, tunggu! Aku masih ingin bicara denganmu!" Elvina memberontak.


"Kau harus kembali," ucap evolver yang mencengkram lengannya. Mereka lalu menarik Elvina pergi secara paksa. Elvina terseret oleh mereka.


Elvina terus berusaha untuk berhenti, ia menoleh ke arah profesor yang tengah berdiri di belakangnya tanpa bergerak sama sekali.


Dia benar-benar gila, pikir Elvina.


...***...