
...***...
Dorr! Dorr! Dorr!
Lucy menembak semua alat yang ada di sana begitu pintunya masuk. Hal itu mengejutkan semua orang hingga semuanya langsung menoleh ke arah datangnya suara. Dari arah pintu masuk, mereka melihat Lucy yang kini berdiri sambil menodongkan thorny bites miliknya ke arah mereka. "Hentikan semua ini sekarang juga! Atau akan aku hancurkan semuanya."
Martin tersenyum memandang siapa yang baru saja muncul dan langsung membuat semua orang terkejut. Dia tidak mungkin salah mengenali, karena dia hafal betul dengan sosok wanita yang kini berdiri dihadapannya. Liana, atau yang biasa di kenal dengan nama samarannya, Lucy. Wanita yang tak lain ialah salah satu orang terpilih yang selama bertahun-tahun berusaha dia tangkap untuk dijadikan sebagai salah satu evolver spesial.
"Wah, lihat siapa yang datang. Aku terkejut karena kau tiba-tiba saja muncul dan membuat keributan." Martin mendekat ke arahnya. Beberapa evolab yang hendak mengamankan wanita itu mendadak berhenti dan menoleh ke arah Martin dengan raut wajah bingung.
"Anda kenal dengan dia, prof?" tanya salah satu evolab yang ada di sana.
"Tentu saja. Karena dia adalah salah satu calon evolver spesialku. Sayangnya, aku selalu gagal menangkapnya. Dan diluar dugaan, dia malah muncul dengan sendirinya. Apakah kau kemari untuk menyerahkan diri?"
"Menyerahkan diri? Bermimpilah karena itu tidak akan pernah terjadi! Aku kemari untuk menghentikan proyek gilamu dan membalas apa yang seharusnya kalian terima." Lucy mendekat secara perlahan ke arahnya, membuat para evolab itu kembali bergerak berusaha melindungi Martin. Lucy mengarahkan senjata di tangannya ke arah mereka.
"Seharusnya kalian yang berhenti karena aku tidak akan segan untuk menembak kalian!" Para evolab itu terus bergerak mengepungnya dari segala arah. Di saat Lucy mencoba melindunginya, tiba-tiba salah satu evolab menyerangnya dari arah belakang. Mengunci kedua tangan Lucy dan mencoba menghentikannya. Beberapa evolab lain bergegas mendekat, berusaha membantu. Namun Lucy tidak tinggal diam.
Wanita itu mengambil ancang-ancang, melontarkan tubuhnya dengan kedua kakinya hingga terangkat. Kedua kakinya langsung bergerak menendang para evolab yang ada dengan sekuat tenaga hingga membuat mereka terdorong ke arah belakang. Lucy mendaratkan kedua kakinya tepat di antara kaki evolab yang memegangi kedua tangannya. Dengan high heels nya, dia menekan bagian tumitnya hingga evolab itu menjerit kesakitan. Lucy bergegas mengambil kesempatan itu, menarik tangannya dan menyiku evolab tadi dengan sekuat tenaga sampai dia tersungkur jatuh.
Beberapa evolab lain kembali bangun dan berusaha mengepungnya. Untungnya Lucy selalu bersiap siaga hingga dia mampu menghadapi mereka.
Dalam laboratorium itu seketika berubah kacau. Pertarungan antara Lucy dan beberapa evolab yang ada mendadak menghambat semua proses Martin untuk memproses Lusia yang sedang menjalani pengaktifan pada chipset di otaknya. Menyadari dirinya terjepit, Martin bergegas berlari ke arah mesin kendali dan meminta para evolab yang masih sibuk dengan prosesnya untuk mempercepat semuanya. Mereka semua bergegas mengikuti apa yang dimintanya. Mereka langsung menaikkan kecepatan prosesnya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.
Brukk!
Beberapa evolab lain kembali berjatuhan, kali ini mereka sama sekali tidak berdaya untuk melawan. Lucy sungguh terkejut karena ternyata melawan evolver diluar dari dugaannya. Mereka begitu mudah untuk dia kalahkan.
...***...