Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 690 - Tidak ada alasan



...***...


Dorothy bergegas melangkah ke dalam ruangannya. Tiba di sana, dia bertemu dengan salah satu asistennya yang merupakan seorang perawat yang langsung menyapanya begitu tiba di ruangan.


"Selamat dokter," sapanya sambil tersenyum.


"Pagi. Lyla, bisakah kau nyalakan televisinya?"


"Oh, tentu." Lyla beranjak mengambil remote yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Dia segera menyalakan benda itu yang langsung menyiarkan sebuah siaran berita di channel televisi yang biasa mereka tonton. Dalam siaran itu, Dorothy dan Lyla mendengar kabar bahwa anak-anak yang tadinya diculik telah kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman dan selamat. Dorothy tidak percaya dengan apa yang terjadi. Semuanya sungguh terjadi diluar dugaannya. Untuk sesaat dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Cato, Miles dan Martin tiba-tiba saja membebaskan mereka.


Semua pertanyaan itu terus bermunculan, tak hanya sekali juga Dorothy berpikir kalau mereka mungkin saja berubah pikiran setelah terjadinya insiden waktu itu.


Untuk sesaat dia memang merasa lega karena akhirnya anak-anak itu telah kembali. Namun, Dorothy masih tidak bisa tenang. Terlebih ketika dia mengingat tentang kemunculan Lusia. Dia masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa Lusia bisa hidup kembali padahal Dorothy melihat sendiri anak itu sudah tewas dalam insiden itu. Dorothy sungguh merasa ada yang tidak beres, dan dia benar-benar yakin ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh Cato. Dorothy harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan membuktikan bahwa firasatnya itu benar.



...*...


Waktu berlalu. Seharian itu, dia batal bertemu dengan Tiana dengan alasan ada sesuatu yang harus dia selidiki terlebih dulu. Sebenarnya Tiana meminta untuk tetap datang dan bertemu dengannya untuk membahas apa yang terjadi. Namun semuanya kacau karena berita hari ini. Dorothy tidak mungkin diam saja sementara firasatnya mengatakan ada yang tidak beres.


Malamnya, setelah makan malam. Meredith tiba-tiba saja mengajak dia dan Cato untuk berbicara di ruang keluarga. Ada yang hendak mereka sampaikan pada mereka.


"Sebenarnya, kami ingin memberitahukan pada om dan tante kalau kami ingin pulang kembali ke Indonesia."


"Kalian akan pulang?" ulang Dorothy dengan wajah terkejut. Meredith hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kami sudah memesan tiket untuk penerbangan besok pagi. Sudah terlalu lama kami di sini, dan kami juga sudah melewatkan banyak seminar. Jadi kami rasa sudah tidak ada alasan kami untuk tetap di sini. Terlebih Lusia juga sudah kembali," gumam suaminya.


"Apakah kalian sudah yakin dengan keputusan kalian?"


"Iya."


"Kalau itu memang sudah menjadi keputusan kalian, kami tidak bisa melarangnya. Kami hanya bisa berharap kalian selamat hingga tiba di Jakarta," ujar Cato. Lelaki itu tersenyum pada mereka.


...***...