
...***...
"Kita lanjutkan ke tahap selanjutnya!"
"Baik, prof."
Para Evolab yang ada mulai bergerak mengubah isi tabung itu. Mengganti isi serum Evolgesysv-06 dengan serum evolusi versi keempat, atau Evolgesysv-04.
Warna hijau terang yang semula mereka lihat lalu berubah menjadi warna kuning menyala.
"Prof, J04N mengalami reaksi yang sama seperti yang lain." Evolab999 berucap dengan sedikit cemas.
"Turunkan dosisnya dan terus pantau perkembangannya."
"Baik, prof." Evolab999 mengikuti permintaan Martin. Ia menurunkan sedikit dosis dari serum tersebut hingga evolver dengan kode nomor J04N itu kembali stabil.
"Semuanya sudah kembali stabil, prof."
"Bagus. Kembalikan dosisnya ke semula!"
"Sejauh ini, mereka bisa bertahan." Miles menghela napas lega.
"Kita lanjutkan ke tahap selanjutnya."
"Baik, prof."
Para Evolab yang ada mulai bersiap untuk memulai tahap selanjutnya. Namun tidak di sangka, dua di antara evolver itu sekali lagi mengalami kegagalan, tepat di akhir fase keenam.
Karena kegagalan yang terjadi pada dua evolver itu, kini hanya benar-benar tersisa dua evolver lagi.
"Huft~" Miles dan Martin menghela napas frustasi. Mereka benar-benar semakin takut usaha mereka gagal menyelamatkan kedua evolver yang tersisa.
"Sekarang benar-benar hanya tersisa dua evolver lagi," gumamnya lirih. Keduanya menatap dua tabung yang tersisa.
Kedua tabung itu berisi laki-laki, yang satu dengan kode nomor T416312, dan satu lagi R31 atau Rei.
Fase keenam berakhir. Para Evolab melanjutkan masa inkubasi fase ketujuh, mengganti serum Evolgesysv-04 dengan versi terdahulu, Evolgesysv-02. Warna kuning tadi lantas berubah menjadi warna merah terang.
"Apa? Tidak lagi, aku mohon!" Martin dan Miles menghampiri Evolab999 dengan raut wajah cemas.
"Apa yang terjadi?" tanya mereka sambil menatap layar hologram yang ada.
Dari layar yang mereka lihat, tampak sebuah reaksi tidak wajar pada dua evolver yang tersisa. Mereka mendeteksi adanya perubahan denyut jantung secara berlebih.
Debaran yang terdeteksi lebih kencang dan lebih tidak stabil dari yang sebelum-sebelumnya terjadi.
"Kurangi dosisnya!" ujar Martin. Hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk memastikan keduanya tetap aman.
"Tidak! Jangan." Miles menahan.
"Apa?"
"Lihat ini! Aktivitas yang terdeteksi di sini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, terutama yang ini. R31 menampakkan reaksi yang berbeda dari yang lainnya." Miles menunjuk layar yang ada.
"Tapi kalau terus dipaksakan dalam dosis yang sama, dia bisa saja mati!"
"Kita tunggu beberapa menit lagi dan terus pantau. Sementara itu, persiapkan fase terakhir."
"Apa?! Kau gila? Apakah kau ingin mereka berdua gagal seperti yang lainnya?"
"Tidak, aku yakin mereka akan bertahan. Sebelumnya kita lihat sendiri kan bagaimana yang terjadi? Saat kita menurunkan dosisnya, kondisi mereka malah semakin parah dan akhirnya tewas."
"Tapi kalau kita terus mempertahankan dosisnya, mereka juga akan tewas! Tubuh mereka tidak kuat untuk menampung serum itu, maka dari itu mereka menampakkan reaksi yang berbeda. Bukankah kita juga sudah tahu tandanya sejak awal?"
"Sudah aku bilang, R31 menampakkan reaksi yang berbeda. Kau tidak lihat kondisi jantungnya tadi? Aku punya firasat baik mengenai hal ini."
"Tapi itu hanya R31 yang menampakkan reaksi berbeda secara jelas. Sedangkan T416312 hanya menampakkan sedikit reaksi yang hampir mirip dengan R31," ujar Martin.
...***...