Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 186 - Pohon



...***...


Semoga dia bertanggung jawab atas setiap tindakannya! pikir Elvina yang terus berlari hingga dirinya tiba di sebuah tanah lapang yang cukup luas dan tidak terlalu ada orang di sana.


Mereka di taman lain yang tak jauh dari letak kantornya berada. Taman itu berada di dekat danau.


Elvina berlari, ia yang tidak terlalu memperhatikan jalan sampai membuat tubuhnya terhuyung jatuh akibat secara tidak sengaja tersandung sesuatu di sana.


Brukk!


Tubuhnya menghantam keras rerumputan. Elvina meringis menahan sakit yang dirasakan tubuhnya.


Sial! Kenapa aku harus jatuh segala. Elvina baru saja akan bangkit sebelum secara tiba-tiba Joe menyerangnya dari arah belakang.


Bzzzttt!


Elvina merunduk spontan. Ia beruntung tak mengenai serangan Joe, kalau dirinya sampai mengenai satu serangan saja ia mungkin akan berakhir ditangannya.


Serangan Joe mengenai salah satu pohon yang sampai membuat batangnya bolong akibat serangannya.


Elvina bangun, ia berbalik dan bergegas memasang kuda-kuda. "Kau benar-benar tidak ada lelahnya, terus saja mengejarku!" Kesal Elvina.


"Itu memang tugasku sejak awal. Menangkapmu dan adikmu lalu membawa kalian pada profesor! Kalian harus di sempurnakan sepenuhnya."


"Aku tidak mau! Jangan pernah berharap kalau aku atau adikku mau pergi bersamamu!"


"Kau ini benar-benar keras kepala!" ucap Joe mengangkat tangannya, ia menyerang Elvina dengan seluruh energinya.


Elvina menggunakan kekuatannya, menciptakan perisai guna melindungi dirinya. Tak tinggal diam, ia juga bergerak balik menyerang Joe.


Joe berhasil menahan serangan Elvina dengan kekuatannya sendiri. Elvina tak sampai di sana dan terus menyerangnya.


Tidak mudah untuk mengalahkannya dalam jarak sejauh ini, Joe masih bisa menghindari setiap seranganku dengan kemampuannya. Sepertinya aku harus mencoba cara lain untuk mengalahkannya. Elvina memutar otaknya sembari terus menyerang Joe dengan kemampuannya, sialnya setiap serangan Elvina berhasil Joe hindari dengan kemampuannya.



Joe menembak Elvina dengan sengatan listriknya. Elvina menangkis serangan dengan perisai medan gayanya.


Elvina mulai beranjak dari tempatnya. Ia berlari, bergerak dari arah yang satu ke arah yang lain. Ia beberapa kali menghindar dari serangan Joe.


"Kau takkan bisa mengalahkanku!" Joe menembaknya tanpa henti.


Elvina menahannya, ia balik menyerang Joe setelah itu kembali bergerak.


Elvina berputar di tanah, membuat pergerakan zig-zag yang membuat Joe cukup kesulitan untuk menembaknya.


Selain terus bergerak, Elvina juga terus menembaknya dengan kemampuan medan gayanya.


Beberapa diantara serangannya berhasil mengenai Joe hingga membuat pria itu meringis kesakitan. Tubuhnya terseret saat Elvina menggunakan kekuatan yang lebih besar.


"Kau membuatku jengkel." Joe menahan tubuhnya yang nyaris terjatuh. Ia mengangkat kedua tangannya dan menyerang Elvina dengan kekuatan yang lebih besar.


Elvina menahannya. Perisainya yang tidak terlalu kuat karena energinya yang terus menipis membuat Elvina terseret cukup jauh dari tempat semula.


Aku tidak akan menang kalau terus menahan serangannya, batin Elvina. Ia menghentakkan tangannya, memantulkan kembali kekuatan Joe. Di saat yang bersamaan dirinya melompat, berputar dan bersembunyi di balik salah satu pohon di sana.


Joe berusaha mengatur napasnya. Energinya terus berkurang seiring dengan banyaknya kekuatan yang ia gunakan.


"Kau tidak akan bisa sembunyi!" Joe menyerang pohon yang Elvina tempati.


Bzzzttt!


Bagian pohon itu gosong dibuatnya. Joe membelalakkan mata saat melihat Elvina tidak ada.


...***...