Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 134 - Kau kenapa?



...***...


Rei membuka kedua matanya perlahan. Ia menghela napasnya lega ketika dalam mimpinya, ia melihat Elvina yang sudah berhasil di selamatkan Leon.


"Aku benar-benar lega dia baik-baik saja," tuturnya pelan.


Rei saat ini berada di taman yang letaknya berada di arah tempat dimana restoran tempat Elvina berada. Ketika ia melihat Elvina tak dapat menangani Melinda karena kekuatannya, Rei berencana untuk membantunya. Ia bergegas pergi dari rumah dengan alasan ingin mencari udara segar.


Rei sempat menghentikan laju motornya dan menepi ketika penglihatannya terus berulang mengenai Elvina. Dan di sinilah dirinya sekarang.


"Lebih baik aku menunggunya di rumahnya untuk memastikan dia baik-baik saja." Rei bangun. Ia segera menghampiri motornya untuk memutar arah dan pergi ke rumah yang di tempati Elvina dan William. Ia akan menunggu Elvina di sana dan menanyai secara langsung keadaannya.



...*...


"Elvina…" Leon mengoleskan minyak angin diantara hidungnya. Elvina perlahan membuka kedua matanya dan bisa melihat siluet pria itu.


Elvina mengerjap hingga pandangannya terlihat jelas. Detik berikutnya, ia dapat melihat Leon yang sekarang menatapnya dengan begitu cemas.


"Syukurlah kau sudah sadar, aku benar-benar cemas kalau kenapa-kenapa." Leon menghela napas lega.


"Dimana aku?" Elvina mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia merasa asing dengan tempatnya berada.


"Kita masih di restoran, karena kau tidak sadarkan diri. Aku membawamu ke ruangan manajer dan berusaha menyadarkanmu. Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah ada yang sakit?"


Elvina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Minum ini, dan tenangkan dirimu." Leon menyodorkan gelas berisi air hangat ke arahnya, ia lantas meneguknya perlahan hingga isinya tersisa tiga perempat.


Elvina bersandar pada sofa yang ditempatinya. Tubuhnya benar-benar terasa lemas setelah pertarungannya dengan Melinda di toilet tadi.


"Iya."


"Sekarang ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi di dalam toilet tadi? Apakah terjadi sesuatu denganmu? Aku sudah meminta manajer untuk mengecek apakah ada orang lain di dalam sana atau tidak, dan tampaknya kau benar-benar sendirian. Tapi apa yang terjadi? Kenapa cerminnya bisa pecah, dan kenapa kau bisa pingsan?" Leon menyerbu Elvina dengan berbagai pertanyaan.


Oh, sudah aku duga dia akan menanyakan semua ini padaku. Tapi sekarang apa yang harus aku katakan? Bagaimana aku bisa menjelaskan semuanya pada dia? batin Elvina.


"Elvina? Kenapa kau malah melamun?" Leon menyadarkannya.


"Oh… itu… tadi saya…" Elvina gelagapan, ia bingung harus menjawab apa.


Tok! Tok!


Pintu di ketuk, keduanya menoleh serentak. Leon refleks bangun begitu melihat siapa yang datang.


"Bagaimana? Kalian menemukan seseorang?" tanyanya pada pria yang menjadi manajer di restoran itu.


"Tidak ada siapa-siapa dan dari rekaman CCTV di lorong juga tidak ada orang lain yang tertangkap kamera," jelasnya.


Tentu saja kalian tidak akan menemukannya, karena dia bukan manusia biasa. Dia seorang evolver dengan kemampuan berkamuflase, batin Elvina.


"Jadi, kau benar-benar sendirian di dalam sana?" Leon kembali memandang Elvina.


Mereka terlalu banyak bertanya, sekarang aku harus menjelaskan apa padanya? Aku harus mencari ide agar dia tidak terus menanyaiku. Elvina memompa napasnya sampai tak beraturan, hal itu spontan membuat Leon dan manajer dihadapannya panik. Leon segera menghampiri Elvina dan memastikan keadaannya.


"Kau kenapa? Kau baik-baik saja, 'kan?"


...***...