Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 634 - 2518



...***...


Jakarta, Indonesia.


2518


Sudah beberapa waktu berlalu semenjak Louis datang ke tempat dimana aura Rei di tangkapnya. Tapi mencari Rei di tengah-tengah penduduk dunia bagaikan mencari jarum dalam setumpuk jerami.


Louis sudah mencari hampir ke seluruh penjuru kota Jakarta. Tapi ia sama sekali tidak bisa menemukan lelaki itu dimana pun.


Selain itu, entah kenapa Louis baru menyadari bahwa energi Rei yang di tangkapnya berusaha samar-samar begitu dirinya tiba di sini.


Louis terdiam sambil menghela napas. Lelaki itu berdiri di balik sebuah pagar besi yang letaknya berada di pinggiran kota.


Zaman yang di datanginya telah mengubah hampir seluruh peradaban di masa lalu. Bahkan tempat yang sekarang Louis datangi sudah berubah 180 derajat dari penampakan awalnya di tahun 2020.


Kalau dulu, di tempat Louis sekarang berada, jalanan itu akan langsung menghadap ke laut lepas. Menampakkan deburan ombak yang tenang di tengah hiruk-pikuk ramainya ibukota. Namun sekarang, yang Louis lihat hanyalah hamparan udara dan langit biru yang membentang luas.


Jika ingin melihat hamparan laut itu lagi, Louis harus menunduk dan menerawang sejauh mungkin. Sebab sekarang, Jakarta yang dikenalnya telah berubah menjadi sebuah kota terapung yang melayang di atas langit.


Entah apa yang terjadi, dan entah apa yang menyebabkan kota itu berakhir menjadi tempat seperti ini. Louis tidak mengerti, keadaan terlalu singkat untuk bisa ia pahami.


Selain itu, ada hal lain juga yang Louis sadari. Dimana keramaian dan hiruk-pikuk yang dulu sering di dengarnya seolah menghilang entah kemana. Jati diri sebagai ibukota Indonesia pun entah sejak kapan terlepas.


Dari yang Louis dengar dari pembicaraan orang-orang sekitar, ibukota Indonesia sekarang telah berganti tempat dan berganti nama menjadi Nusantara yang kotanya terletak di sekitar Kalimantan.


"Semakin hari aku semakin tidak bisa merasakan keberadaannya…"


"Bahkan aku sudah mengunjungi tempat-tempat yang menjadi tempat tinggalnya dulu, tapi tidak ada satupun petunjuk yang aku dapatkan."


"Aku juga tidak bisa melacak aura Elvina dan William."



Louis menghela napas panjang. Rasanya melelahkan setelah mencari Rei kesana kemari, tapi tak menemukan hasil apa-apa. Semua yang dilakukannya berakhir dengan sia-sia. Rei tidak bisa dia temukan sama sekali. Begitu juga dengan Elvina dan William.


"Apakah di kehidupan ini, mereka kembali terlahir sebagai saudara sepupu?"


"Sepertinya aku harus mencoba melacaknya lagi. Siapa tahu, aku bisa menemukannya…"


Louis memejamkan kedua matanya. Memusatkan seluruh energi dan pikirannya untuk mencari dan merasakan aura tubuh Rei. Berharap dengan begitu, dia bisa menemukannya.


Pats!


Louis membuka kedua matanya saat ia menangkap sesuatu. Ia berhasil menemukan aura tubuh Rei yang dicarinya. Tapi terasa samar-samar, dan letaknya begitu jauh.


Aku bisa merasakan auranya… walaupun samar-samar, tapi setidaknya aku bisa merasakannya…


Aku harus pergi ke sana!


Louis menggunakan kemampuannya, berteleportasi dari tempatnya sekarang berada ke tempat dimana aura yang dirasakannya itu datang.


Louis membuka mata, dan begitu ia melihat ke sekeliling, dirinya sudah benar-benar berpindah ke tempat lain.


"Auranya… entah kenapa jadi terasa lebih jelas."


"Sepertinya tuan memang berada disini…"


Louis beranjak dari tempatnya, ia harus mencarinya segara.


...***...