
...***...
Elvina membuka kedua matanya begitu suara ramai orang-orang di luar mengusik tidurnya. Elvina terduduk di atas ranjang tidurnya. Tangannya bergerak mengucek kedua mata guna memperjelas penglihatannya.
"Suara apa itu," gumam Elvina pelan dengan suara sedikit serak layaknya orang bangun tidur.
Elvina menoleh ke arah ranjang yang di tempati Amanda. Wanita itu juga sama-sama baru bangun tidur dan tengah duduk seraya mengumpulkan seratus persen kesadarannya.
"Sepertinya mereka sedang melakukan sesuatu," ujar Amanda dalam bahasa Inggris. Ia melangkah turun dari ranjangnya di ikuti oleh Elvina. Mereka lalu berjalan menuju pintu keluar.
Begitu pintu terbuka, Elvina dan Amanda dapat melihat orang-orang. Seisi warga desa yang tengah bekerjasama membereskan tempat lapang kecil tempat biasa mereka duduk bersama dan menikmati waktu makan mereka.
Di tempat lapang tersebut terdapat dua meja yang super besar dan panjang. Ukurannya nyaris menyamai meja makan di Hogwarts ketika para siswanya duduk untuk makan bersama.
"El!" Suara William membuat fokus Elvina beralih. Ia menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati adiknya yang juga baru saja keluar dari dalam salah satu bangunan bersamaan dengan Kevin.
"Kau baru bangun?" tanya William begitu dirinya tiba di hadapan mereka.
"Iya." Elvina mengangguk pelan.
"Morning girls, how was your night? Did you both sleep well?" sapa Kevin pada Elvina dan Amanda. Elvina hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban, sementara Amanda tersenyum menanggapinya.
"Malamku baik, aku tidur dengan cukup nyenyak," jawabnya dalam bahasa Inggris.
"Senang mendengarnya." Kevin balas tersenyum. Elvina melirik ke arah Amanda. Ia menyipitkan kedua matanya memandangnya penuh selidik.
Entah kenapa, tapi aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Amanda dari kita semua. Apalagi, kalau aku ingat kejadian semalam, pikir Elvina.
"Bagus kalian sudah bangun. Ayo ke sana dan makan bersama, kalian harus sarapan," ujar Dorothy begitu wanita tua tersebut tiba dihadapan mereka dan menyita atensinya.
"Baik, ayo!" Kevin merangkul pundak William dan menggiringnya menuju meja makan. Amanda menepuk pundak Elvina, membuatnya seketika tersadar dari lamunannya.
Ia mendongak menatap Amanda. Wanita itu menggerakkan tangannya membentuk gesture mengajak sambil berjalan di belakang Dorothy. Elvina mengangguk pelan, ia lalu mengikuti mereka dari belakang.
Mereka semua duduk di meja besar, berjejer memenuhi ujung ke ujung. Elvina duduk di tepi meja berseberangan dengan Amanda di sisi kirinya, dan Dorothy di sisi kanannya yang duduk membelah meja. Di hadapannya, William duduk bersebelahan dengan Kevin.
Elvina menatap meja dihadapannya. Kosong. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya. Dihadapan mereka hanya ada piring kosong dengan gelas berisi air mineral di dekat piringnya.
Elvina, Amanda dan William hanya bisa mengerutkan kening mereka. Tidak mengerti dengan situasinya.
"Jangan bingung seperti itu, karena sebentar lagi, apa yang kalian inginkan akan muncul dihadapan kalian," ujar Dorothy. Elvina menatap wanita tua itu dengan raut wajah bingung, tak lama perhatiannya beralih pada seorang gadis muda yang datang dengan sesuatu ditangannya. Ia menghampiri meja yang ada dan menaruh apa yang digenggamnya ke atas piring. Gadis itu, menanyakan sesuatu pada setiap orang yang dihampirinya. Tak lama apa yang ditaruh gadis itu berubah menjadi makanan yang mereka inginkan.
...***...