
...***...
"Jaga dirimu baik-baik." Joe memeluk erat tubuh adiknya sebelum benar-benar melepaskan pria itu untuk pergi ke tempatnya menjalankan tugas.
"Aku janji akan berhati-hati," balas Derek.
Mereka melerai pelukannya dan saling pandang satu sama lain. "Jangan lupa untuk makan yang teratur, istirahat juga, dan jangan lupa untuk selalu menghubungiku."
"Okay." Derek tersenyum simpul.
"Kau benar-benar kakak yang baik," kata Nils. Keduanya beralih fokus pada pria yang baru saja tiba dengan membawa barang bawaannya.
Pria asal Norwegia itu sudah tampak siap untuk menjalankan tugasnya. Meninggalkan pulau dan pergi ke tempatnya bertugas.
"Dia adikku, dan sudah seharusnya aku melindunginya. Aku tidak ingin kehilangan satu lagi orang yang aku sayangi," jawab Joe.
"Aku benar-benar iri. Seandainya saja aku memiliki saudara sepertimu."
"Kau harus menjaga adikku selama di perjalanan, okay?"
"Iya. Tenang saja, dia akan senantiasa aman dalam pengawasanku."
"Kalau terjadi sesuatu, hubungi aku."
"Siap."
"Aku harap perjalananmu kembali ke Norwegia juga lancar."
"Ya, terima kasih."
"Baiklah, sepertinya kami harus pergi sekarang." Derek mengangkat barang-barangnya.
"Baiklah, hati-hati di jalan."
"Hm." Derek mengangguk. Ia lantas beranjak meninggalkan Joe yang kini berdiri di pelabuhan.
Nils berjalan bersama Derek, membantu pria itu mengangkut barang-barang miliknya hingga naik ke kapal.
"Sampai jumpa lagi, Joe!" Derek melambaikan tangan ke arah pria yang jadi kakaknya itu.
Joe hanya bisa melambaikan tangan tanpa berkata-kata. Kedua matanya mulai berair, ia berusaha menahan tangisnya melihat kepergian adiknya yang kini akan berpisah dengannya.
Setelah semua evolver naik, kapal itu perlahan bergerak dari tempatnya. Melaju meninggalkan pelabuhan dan menyisakan beberapa evolver penjaga saja yang baru selesai membantu evolver yang hendak di kirim ke negara masing-masing.
Joe terdiam sendirian.
Semua evolver penjaga sudah meninggalkan pelabuhan. Menyisakan dirinya seorang di sana.
Tidak aku sangka… kau tumbuh begitu cepat, dan bahkan sekarang, kau meninggalkanku…
Sedangkan aku…
Joe menoleh ke arah bangunan besar laboratorium yang terlihat dari arah tempatnya berdiri.
Sedangkan aku, entah sampai kapan akan terjebak di tempat ini…
Tanpamu…
...*...
Laboratorium, saat ini.
2020
Joe menyeka air mata yang membasahi kedua belah pipinya saat ingatan tentang masa lalunya dengan Derek itu kembali hadir.
Aku akan membebaskanmu.
Aku akan menghentikan mereka melakukan ini padamu.
Aku, akan melindungimu.
Joe mengepalkan kedua tangannya erat. Ia segera bangun dari posisinya, menghampiri tabung berisi tubuh Derek yang melayang dalam serum evolgesysv-03 tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.
Joe menempelkan kedua telapak tangannya pada permukaan kaca tabung.
Ia memejamkan kedua matanya. Memusatkan seluruh energinya agar bisa menghancurkan tabung itu dengan kemampuannya.
Cahaya menyilaukan mulai muncul secara perlahan dari telapak tangannya.
Energi listrik mulai menampakkan wujudnya dalam bentuk percikan yang semakin lama semakin besar.
Cahayanya semakin menyilaukan.
Joe mengeluarkan seluruh energinya hingga pada akhirnya…
Prang!
Tabung kaca super tebal itu berhasil ia pecahkan dengan kemampuannya. Dengan sengatan listrik bertegangan tinggi, ia berhasil memecahkannya.
Tabung yang pecah membuat serum evolgesysv-03 berhamburan keluar.
Tubuh Derek yang tak berdaya langsung jatuh, tapi Joe secepat mungkin menangkapnya.
Brukk!
Tubuhnya berhasil dia tangkap.
...***...