Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 232 - Berada dalam bahaya



...***...


"Dia masih belum sadar," lirihnya seraya menatap Lusia yang kini terbaring di ranjangnya.


Rei berada di ruang UKS, menemani Lusia yang masih belum sadarkan diri sejak kejadian yang baru saja menimpanya.


Lusia sudah di cek oleh dokter yang berjaga di sana, dan dia hanya membutuhkan istirahat yang cukup.


Di ruang UKS. Hanya ada dirinya, Lusia yang terbaring tak sadarkan diri, dan Louis yang kini berdiri di dekatnya duduk.


Dokter yang tadi berjaga harus pulang karena tugas jaganya yang sudah selesai.


"Energinya terkuras cukup banyak, itu yang menyebabkan dia masih belum sadarkan diri sampai saat ini," ucap Louis.


"Semoga dia baik-baik saja." Rei menghela napas pelan, ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi yang tengah ia duduki.


Louis hanya diam menatap Rei yang terlihat sangat mencemaskan Lusia. "Sepertinya tuan harus berusaha untuk tenang. Kondisinya sudah baik-baik saja, dan aku jamin tidak akan ada yang terjadi padanya."


Louis berusaha menenangkan tuannya. "Ya, semoga," sahut Rei pelan. Ia memejamkan kedua matanya berusaha untuk lebih rileks.



Tak lama pria itu bangun dengan wajah tersentak kaget. Louis sampai terkejut dibuatnya. Rei bangun dari kursinya dengan wajah panik.


"Kau baik-baik saja, tuan?" Louis berusaha memastikan.


"Elvina dan William berada dalam bahaya," tutur Rei panik.


"Apa?"


"Tuan tenang saja. Serahkan mengenai Lusia padaku, aku akan menjaganya untuk tuan dan memastikan dia baik-baik saja."


"Bukan hanya itu masalahnya. Elvina dan William berada dalam bahaya, mereka sedang berhadapan dengan evolver penjaga dalam waktu bersamaan." Rei resah. "Apa yang harus aku lakukan?" Rei beradu tatap dengan Louis.


Louis terdiam, ia juga bingung harus bagaimana. "Lebih baik tuan selamatkan William lebih dulu, karena aku yakin Elvina bisa menghadapi masalahnya sendiri. Sedangkan William pasti akan sangat membutuhkan bantuan tuan, terutama dalam menghadapi serangan jarak jauh."


"Mungkin kau benar. Kalau begitu aku pergi, tolong jaga Lusia sementara aku pergi membantu Elvina dan William. Beritahu aku kalau dia sudah sadar."


"Baik, tuan." Louis mengangguk.


Rei bergegas keluar dari ruang UKS meninggalkan Louis dan Lusia berdua di dalam sana.


Ia segera berlari menuju arah gerbang belakang agar bisa pergi tanpa di ketahui oleh guru atau penjaga.


Tiba di sana, sialnya ada petugas yang menjaga gerbang. Rei menghentikan langkahnya seketika saat ia sadar gerbang di jaga.


Aku harus memikirkan cara lain agar bisa keluar, pikir Rei. Ide terlintas di benaknya. Cepat-cepat Rei berlari menuju arah dinding samping, di tempat itu sangat sepi terlebih saat jam pelajaran berlangsung.


Rei menghentakkan kakinya. Tubuhnya berubah ringan dan ia mulai terbang, menggunakan kekuatannya agar bisa tiba lebih cepat di tempat William guna membantunya.


Saat di perjalanan, Rei kembali melihat kejadian yang terjadi pada Elvina yang sedang berhadapan dengan Joe.


Rei menghentikan pergerakannya. Ia berdiri di udara dengan raut wajah yang makin mencemaskan kedua sepupunya yang kini berada dalam bahaya.


Elvina juga membutuhkan bantuanku, tapi bagaimana caranya agar aku bisa membantunya sementara William juga dalam bahaya? Apa yang harus aku lakukan sekarang? batinnya.


...***...