Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 403 - Data target



...***...


"Apa yang aku lakukan? Tidak seharusnya aku seperti ini. Ini sama sekali tidak berguna untuk membantu Lucy dan Aland." Ethan menghela napas, mengusap wajahnya kasar.


"Lebih baik sekarang aku bergerak mencari cara agar bisa membantu Lucy dan Aland menyelesaikan masalahnya." Ethan membenahi posisi duduknya. Ia menatap layar komputer dihadapannya yang masih dalam keadaan menyala.


"Sekarang ayo pikirkan cara. Bagaimana caranya agar aku bisa menemukan petunjuk guna menemukan keberadaan target mereka?"


Ethan terdiam, sebelah tangannya bertopang dagu. Otaknya mulai berputar mencari cara guna menemukan petunjuk mengenai keberadaan target mereka yang menghilang di Indonesia.


"Kalau aku adalah Am, maka apa yang akan aku lakukan guna menemukan petunjuk mengenai keberadaan target?" Ethan diam sejenak, ia mengerutkan keningnya berusaha memikirkan segala kemungkinan yang akan dilakukan oleh Am kalau berada dalam situasi seperti ini.


Setelah diam beberapa saat. Ethan seketika beralih fokus dari layar komputernya setelah ia menemukan cara guna menemukan petunjuk mengenai keberadaan target mereka.


"Benar! Kenapa aku baru sadar!" Ethan segera bergerak mengambil berkas berisi data target tim dua.


Ia membaca ulang semua identitas target yang kemarin mereka kejar, setelah itu Ethan mulai di sibukkan dengan layar laptopnya.


Ethan mencari universitas tempat dimana target mereka menyelesaikan kuliahnya. Salah satu universitas ternama di London.


Begitu menemukan universitas yang di cari, dengan kemampuannya, Ethan segera bergerak meretas data di universitas tersebut. Ia segera mencocokkan nama target mereka dengan lulusan di setiap angkatan yang pernah berkuliah di sana.


Tidak butuh waktu lama. Ethan akhirnya menemukan nama target terdaftar sebagai salah satu angkatan terdahulu di universitas yang di maksud.


"Ini dia." Ethan menggulir layar tersebut, membacanya hingga lembar terakhir sampai kemudian, ia menemukan fakta lain yang lebih membuatnya terkejut.


Setelah membaca seluruh halaman itu, Ethan segera mengcopy beberapa tulisan di sana dan menempelkannya pada bagian lain.


Ethan melakukan hal lain, mencari keluarga target mereka di data yang tertera di Indonesia. Baginya melacak sesuatu seperti ini adalah hal yang sangat menyenangkan.


Ethan mencari keluarga targetnya, dan mencocokkan nama target mereka hingga akhirnya ia berhasil menemukan informasi yang ia butuhkan.


"I find you!" gumamnya pelan.


Ethan segera menghubungi Lucy dan Aland, ia hendak memberitahukan segala informasi yang ia dapatkan pada mereka berdua.



...*...


"Segeralah pindah, dan kalau kalian membutuhkan apa-apa, jangan sungkan untuk menghubungi oncle dan tante," kata Maxime pada Lucy dan Aland begitu mereka selesai makan malam bersama dan mengobrol hingga larut malam. Sekarang Lucy dan Aland hendak bersiap pulang dengan di antarkan oleh Leon.


"Bantuan dari oncle dan tante benar-benar sudah lebih dari cukup. Sekali lagi, terima kasih karena sudah meminjamkan kami apartemen untuk di tempati. Besok pagi, secepatnya kami akan pindah ke sana." Lucy tersenyum ke arah Maxime dan Zabrina, ia telah diberikan kunci agar bisa menempati salah satu apartemen milik mereka sementara Lucy dan Aland tinggal di Jakarta.


"Bukan masalah," sahutnya.


...***...