
...***...
Perhatian Elvina mendadak beralih saat ekor matanya secara tak sengaja menangkap sosok seorang laki-laki yang tampak tak asing baginya.
Elvina menoleh ke arah sosok itu. Ia membulatkan mata begitu sadar siapa yang dilihatnya.
"Joe!" katanya dengan wajah terkejut.
Joe mendengar suara Elvina spontan mengalihkan fokusnya ke arah wanita itu.
Joe tercekat. Ia kaget bukan main menyadari wanita itu berdiri di sana.
"Elvina!" Joe tak kalah kagetnya dengan Elvina.
Wanita itu langsung mendekat ke arah Joe yang ada di sana.
"Sedang apa kau di sini? Bagaimana kau bisa menemukan tempat ini?!" Elvina menatap Joe tak bersahabat.
Lucy dan Aland yang menyadari hal itu segera menghampiri Elvina.
"Kalian…, kenapa ada di sini?" Joe keheranan menyadari Elvina, Lucy dan Aland berada di sini.
"Seharusnya aku yang tanya! Kenapa kau bisa menemukan tempat ini? Apakah jangan-jangan kau memiliki niat jahat untuk menangkap semua orang yang ada di sini? Aku tidak akan membiarkanmu!" Elvina mengepalkan tangannya. Percikan listrik tampak muncul saat Elvina mengumpulkan kekuatan medan gayanya.
"Elvina, tunggu!" Amanda yang melihat itu segera menghentikannya.
"Am, dia itu orang jahat!" Lucy menarik Amanda ke arahnya.
"Tidak, tunggu. Dengarkan aku!" Amanda segera melindungi Joe di sana. Ia tidak ingin sampai ada kekacauan yang terjadi.
"Apa yang kau lakukan, jangan melindunginya." Elvina berusaha untuk meminta Amanda pergi.
"Joe itu tidak jahat!"
"Apa?"
"Dia baik, dan dia sudah ada di sini selama beberapa hari. Dorothy yang mengizinkannya untuk tinggal di sini."
"Huh?" Elvina, Lucy, dan William tak percaya dengan apa yang di ucapkan Amanda barusan.
"Sungguh? Tapi kenapa bisa?"
"Sudah jelas-jelas lelaki ini berusaha menculik adiknya Elvina!" kata Lucy dan Aland.
"Aku minta maaf soal itu. Tapi, buktinya aku melepaskan William kan?" ujar Joe.
"Apakah kau sungguh sudah berubah?" Elvina menatapnya tak percaya.
"Ya. Aku bahkan sudah berhenti bekerja untuk profesor, dan sekarang aku tinggal bersama mereka di sini."
"Rasanya sangat sulit untuk di percaya."
"Tapi, memang itu faktanya," ujar Kevin yang kemudian beranjak meninggalkan mereka di sana.
"El!" William dan Rei menghampiri Elvina yang sejak tadi mereka perhatian.
William tersentak kaget begitu melihat Joe dihadapannya. "Joe!"
"Kalian tidak perlu cemas. Aku tidak akan berbuat jahat. Aku sudah berubah," kata Joe cepat. Ia tidak ingin William dan Rei bersikap waspada terhadapnya.
Rei memperhatikan Joe, dari cara bicaranya. Ia percaya bahwa Joe tidak memiliki niat jahat pada mereka. Selain itu, Rei juga bisa merasakan perubahan Joe.
"Baiklah, aku permisi. Aku masih harus memeriksa keadaan adikku." Joe beranjak meninggalkan mereka. Ia melangkah menghampiri salah satu ruangan yang ada dan menghilang di balik pintu masuk.
"I-itu benar-benar Joe kan?!" William rasanya masih tidak percaya.
Rei dan yang lainnya hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.
"Aku benar-benar tidak percaya. Dia sungguh sudah berubah? Padahal baru beberapa waktu yang lalu dia berusaha untuk menangkapku dan mengirimkanku pada profesor!"
"Benarkah dia melakukan itu?" tanya Amanda.
"Iya, dia sempat menculik William beberapa waktu lalu. Bahkan dia menyekapnya. Tapi tak lama, saat dia hampir tertangkap dan kami terpojokkan, dia membebaskan William," kata Elvina.
"Oh…"
...***...