Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 137 - Kenapa kau disini?



...***...


Rei beralih tatap Leon yang sejak tadi terus berbicara dalam hatinya. Rei dapat dengan jelas mendengar ucapannya.


Rei tersenyum simpul ke arahnya membuat Leon terkejut dibuatnya.


Kenapa dia tersenyum seperti itu? Apakah dia berusaha mengejekku? Berani sekali dia mengejekku, batin Leon.


"Aku tidak bermaksud mengejekmu," ucap Rei membuat Leon makin terkejut. Leon membelalakkan matanya.


"Apa maksudmu Rei?" Elvina menaikkan sebelah alisnya bingung.


Kenapa dia berbicara seperti itu? Dia berbicara seolah-olah bisa membaca isi pikiranku. Leon mengalihkan fokusnya ke arah lain.


"Aku memang bisa membaca pi…" Elvina yang terkejut spontan membungkam mulut Rei yang hampir saja membeberkan kemampuannya di depan Leon.


Leon melongok dibuatnya saat ia melihat Elvina membungkam mulut Rei seperti itu.


"S… saya akan beristirahat sesuai perintah bapak, dan karena saya sudah sampai di sini. Bapak bisa kembali ke kantor, bukankah bapak memiliki meeting?" tutur Elvina cepat. Leon tak bersuara dan hanya menatap ke arah mereka nyaris tanpa berkedip.


"Terima kasih karena bapak sudah mengantarkan saya sampai rumah, kalau begitu saya masuk dulu." Elvina menarik tubuh Rei dan membawanya masuk ke dalam rumah sebelum ia melanjutkan ucapannya dan membeberkan semuanya pada Leon.


Leon terpaku ditempatnya. Otaknya masih berusaha memproses apa yang baru saja dilihatnya. Hatinya benar-benar sakit melihat Elvina bersikap seperti itu pada Rei.



...*...


"Kau hampir saja memberitahu kemampuanmu padanya," ujar Elvina. Ia menghela napas pelan. Setidaknya ia merasa lega karena berhasil menahan Rei berbicara jujur. "Jangan sampai orang lain tahu tentang kemampuan yang kau miliki. Kita harus menyembunyikan identitas kita dari mereka semua, terutama manusia murni yang bukan evolver, mengerti? Kalau tidak, kita akan berada dalam bahaya."


"Aku mengerti." Rei mengangguk.


"Lalu kenapa kau ada di sini? Bukankah seharusnya kau ada di rumah? Kau harus bisa berbaur dengan keluargamu dan mencoba membiasakan diri dengan kehadiran mereka di hidupmu."


"Aku kemari untuk memastikan keadaanmu, aku benar-benar cemas saat melihatmu yang kesulitan menghadapi wanita itu. Aku tadinya ingin membantumu ke sana, tapi aku lihat lelaki itu sudah menolongmu lebih dulu. Jadi aku putuskan untuk menunggumu pulang."


"Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat. Tapi, kenapa kau bisa tahu kalau aku berada dalam bahaya? Apakah kejadiannya sama seperti beberapa hari lalu ketika aku di serang Joe?"


"Ya. Sama seperti itu, aku melihatmu dalam mimpiku sedang terjebak dalam bahaya."


"Begitu rupanya. Dengan adanya kejadian ini, aku jadi semakin yakin kalau sepertinya kau memang evolver sama seperti aku dan William. Namun, yang menjadi tanda tanyaku selama ini… kenapa kau memiliki lebih dari dua kemampuan? Pertanyaan itu terus menghampiriku ketika kau terus menunjukkan kemampuanmu seperti telepati, melihat kejadian di masa depan lewat mimpi, lalu kemampuan membaca pikiran. Semuanya terasa tidak masuk akal, ditambah lagi ceritamu kemarin tentang apa yang terjadi saat kau berhadapan dengan Joe, aku semakin bingung dengan dirimu Rei."


"Bukan hanya kau, tapi aku juga bingung. Selama ini, aku juga terus bertanya-tanya kenapa aku bisa memiliki semua kemampuan itu dan kenapa sebelum aku tidak pernah menyadari kemampuan itu."


...***...