
...***...
"Aku harus mengulur waktu sementara menunggu Fero menyelesaikan tugas yang kuberikan," gumam Dorothy pelan.
Dorr! Dorr! Dorr!
Dorothy menembak beberapa penjaga hingga jumlah mereka terus berkurang.
Di sisi lain, tanpa aba-aba. Seorang penjaga menyerang Dorothy hingga membuat tubuh ringkihnya terpental hanya dalam satu kali serangan.
Brukk!
Dorothy terhempas ke tanah. Kepulan asap langsung menyelimuti keberadaan mereka akibat benturan yang cukup kencang.
"Dorothy!" Luna berteriak panik di sana saat melihat Dorothy dalam keadaan tak baik.
Bugh!
Beberapa penduduk terhempas jatuh mengenai serangan beberapa penjaga saat fokus mereka tersita oleh teriakannya.
Dorothy berusaha untuk bangkit dari posisinya. Ia bangun dengan tergopoh-gopoh. Tapi belum sempat dirinya berhasil bangkit, evolver yang tadi menyerangnya, kembali mengangkat tangan dan siap menyerang Dorothy.
"Tamatlah riwayatmu!"
"Tunggu!" Joe menghentikannya cepat. Hal itu membuat pria tersebut kaget. "Kau tidak boleh menyerangnya!"
"Kenapa tidak boleh?"
"Karena kita harus membawa yang satu itu hidup-hidup pada tuan."
Baru saja Joe selesai berujar, evolver penjaga lain sudah mengangkat tangannya dan menyerang Dorothy.
Serangannya amat cepat sampai-sampai tidak banyak yang menyadari.
Dorothy membulatkan mata, serangannya nyaris saja mengenai tubuhnya. Namun beruntung, Elvina menangkap momen itu dan langsung mencegahnya dengan kemampuan medan gayanya.
Elvina melindungi Dorothy dengan kemampuannya. Menciptakan perisai guna melindungi tubuhnya.
"Nyaris saja," gumam Elvina sambil menghela napas lega begitu melihat dirinya berhasil melindungi Dorothy.
Tak membuang waktu. Dorothy segera bangkit, berlari sambil melemparkan mantel yang dia kenakan beserta kedua pistol dalam genggamannya.
Ia melompat setinggi mungkin. Melontarkan tubuhnya hingga ke udara dan mendarat tepat di atas tubuh pria yang baru saja menyerangnya.
Dorothy meraih dua buah jarum suntik yang terikat pada ikat pinggang bagian belakangnya.
Dalam satu kali tarikan, ia segera mengarahkan keduanya pada leher pria itu, dan…
Jleb!
Jarum suntik itu menusuk lehernya. Pria itu mengerang kesakitan. Suaranya amat kencang dan membuat fokus semua orang langsung tertuju padanya.
Dorothy menghentakkan kedua kakinya. Melakukan salto dan mendarat dengan kedua kakinya dengan sempurna.
Suara teriak kesakitan dari pria itu semakin mendominasi, tatkala sebuah reaksi dari cairan yang disuntikkan oleh Dorothy bereaksi begitu cepat.
Hanya dalam waktu sepersekian detik, tubuhnya langsung tumbang.
Brukk!
Semua penjaga yang ada menoleh ke arahnya dengan raut wajah keheranan. Pria itu langsung tersungkur di tanah dalam keadaan tak sadarkan diri.
Dorothy menoleh pada Fero dan yang lainnya. "Naik ke kapal, cepat!" titahnya pada semua penduduk.
Orang-orang mulai berlarian mengikuti instruksi si kepala desa.
Semuanya menghampiri kapal dan naik ke atasnya. Dorothy ikut berlari bersama yang lain.
Para penjaga mulai mengejarnya, tapi suara erangan dari pria tadi kembali terdengar setelah jatuh dan terdiam tak sadarkan diri selama beberapa saat.
Semua orang langsung menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati sekujur tubuh pria itu mulai terkelupas.
Semua penjaga, bergidik ngeri melihatnya. Mereka sampai mematung menyaksikan apa yang terjadi padanya.
"Dorothy, ayo naik!" Hera berteriak kencang saat menyadari wanita tua yang jadi kepala desa mereka tak kunjung beranjak dari tempatnya dan malah sibuk membantu penduduknya yang lain naik ke atas kapal itu.
...***...