Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 544 - Berisiko



...***...


Bugh!


Sebuah serangan melesat ke arahnya. Hal itu membuat tubuh Wyman spontan terhempas dan refleks melepaskan cekikannya pada Aland.


"Argh…" Wyman mengerang menahan sakit.


"Uhuk!" Aland terbatuk-batuk. Ia memegangi lehernya yang terasa sakit akibat cengkeraman erat dari Wyman barusan.


Sekarang! tutur Rei cepat.


Louis mengangguk sebagai jawaban. Ia segera menggunakan kemampuan teleportasinya, memindahkan Rei dan yang lain dari tempat tersebut.


Wyman menutupi wajahnya dengan kedua tangan, begitu cahaya menyilaukan mendadak muncul menghalangi pandangannya.


Pats!


Dalam sekejap, Rei dan yang lainnya lenyap dari hadapannya. Wyman membulatkan mata begitu melihat kepulan asapnya memudar dan menampakkan dengan jelas tempat itu kosong.


Wyman bangkit dari posisinya, berjalan menghampiri tempat semula Rei dan yang lainnya berada.


"Arghh, sial! Aku gagal lagi," tukasnya kesal. Untuk kesekian kalinya, ia harus menelan kegagalan pahit karena targetnya yang terlalu sulit untuk ditangkapnya. Terlebih saat ini, ada Rei, Elvina dan William yang melindungi Lucy dan Aland.


"Aku harus mencarinya secepat mungkin!" Wyman bergegas berlari mencari tempat memungkinkan untuk mereka melarikan diri darinya.



...*...


Lucy dan Aland membuka kedua matanya. Begitu sadar, mereka mendadak berada di tempat asing yang sama sekali tak mereka kenal.


"Dimana ini?" gumam Lucy sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Kita berpindah lokasi?" Aland tampak sama kebingungannya dengan Lucy.


"Al, Lou, kalian tidak apa-apa?" Suara Ethan terdengar cemas di seberang sana.


"Ethan?" Lucy baru sadar kalau mereka masih terhubung satu sama lain.


"Kami baik-baik saja," gumam Lucy.


"Syukurlah. Aku lega mendengarnya. Untuk beberapa saat, aku tidak bisa mendengar apa-apa dari sana. Apa yang terjadi? Kalian tidak terluka atau semacamnya 'kan? Lalu bagaimana lokasi kalian bisa berpindah begitu cepat dari bandara?" Ethan melontarkan beberapa pertanyaan yang tak dimengertinya akan mengapa Lucy dan Aland mendadak berpindah dari titik lokasi sebelumnya.


Terlebih, yang membuatnya kebingungan adalah kenapa mereka bisa berpindah hanya dalam waktu sepersekian detik?


"Ah itu…" Lucy diam sejenak. Ia bingung harus menjelaskan apa pada Ethan yang notabennya tak mengerti apa-apa tentang evolver dan semacamnya.


"Will, bangun!" Perhatian Lucy dan Aland mendadak tersita oleh suara yang mereka dengar.


Keduanya menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati Rei serta Elvina yang kini berusaha membangunkan William dari pingsannya.


Lucy dan Aland beranjak dari tempat mereka dan berjalan menghampiri keduanya.


"Ada apa ini?" tanya Lucy dengan wajah cemas.


"Will seperti ini karena ulah pria tadi, ingat?" Rei berusaha mengingatkannya.


"Oh, benar!" Lucy dan Aland baru ingat sekarang.


"Apa yang harus kita lakukan? Dia tidak sadar?" Aland cemas. Sementara Elvina, serang berusaha mengecek keadaan adiknya itu.


"Dia baik-baik saja," gumamnya setelah mengecek keadaan adiknya. Elvina menghela napas lega.


"Sungguh, dia baik-baik saja?"


"Ya. Kita hanya perlu menunggu sampai efek dari kabut tidur itu hilang."


"Kalau begitu selama kita menunggu, ayo bawa dia pergi ke penginapan atau hotel." Lucy mengusulkan. Ia bangkit dari posisinya bersama Aland.


"Terlalu berisiko kalau kita membawa Will yang dalam keadaan seperti ini ke hotel atau penginapan. Kita masih dalam pencarian polisi," kata Rei.


Lucy terdiam membenarkan ucapannya. "Tapi kita tidak memiliki pilihan lain. Kalau kita disini…"


...***...