Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 716 - Pertemuan Luna dan Dorothy



...***...


"Aku lupa mengabari mereka kalau kita tidak di rumah saat ini."


"Kalau begitu kabari mereka sekarang, jangan sampai membuat mereka cemas."


"Iya." Rivanno beranjak dari tempatnya, mengeluarkan sebuah benda pipih kecil berbentuk persegi panjang yang seluruh layarnya terbuat dari kaca. Ia segera menekan tombol yang ada dan menghubungi pihak sekolah dengan panggilan suara. Berniat mengabari mereka kalau saat ini dirinya dan Tiana sedang tidak ada di rumah, dan hendak meminta salah satu robot android yang biasanya ditugaskan menjaga anak-anak untuk menemani Luna hingga mereka tiba. Begitu sambungan telepon mereka terhubung, Rivanno segera bicara dengan pihak sekolah. Sayangnya kabar buruk dari pihak sekolah mengejutkannya.


Para guru pengajar di sana mengatakan kalau Luna menghilang, dan mereka sedang panik mencari anak itu. Para guru juga sudah mengerahkan semua robot humanoid penjaga sekolah untuk mendeteksi keberadaan Luna. Tapi mereka masih belum menemukan hasilnya. Rivanno yang mendengar itu tentunya panik. Dia segera berlari keluar rumah sakit dan berniat untuk langsung pergi ke sekolah Luna. Dia pergi tanpa memberitahu Tiana mengenai hal ini.



...*...


Luna membuka kedua matanya perlahan. Begitu sadar dirinya sudah berada dalam sebuah ruangan yang tampak seperti ruang operasi. Di dalamnya terdapat beberapa alat medis canggih yang sebagian terhubung ke tubuhnya. Luna berusaha untuk bangkit dari tempat pembaringannya. Namun belum sempat dirinya bangun, seseorang mendadak muncul dari arah pintu dan mengejutkannya.


Luna berteriak, meminta untuk di lepaskan. Namun segala usahanya berakhir gagal. Dia benar-benar sudah terkurung di sana dan tidak mungkin bisa lari. Selama beberapa hari, dirinya menjalani tes ini dan itu. Menemui banyak orang di laboratorium, bahkan bertemu dengan Miles dan Martin yang tak lain adalah sosok di balik semua itu.


Luna masih berharap untuk bebas. Dia memikirkan segala cara. Menggunakan otak dan akalnya guna menyusun rencana agar bisa bebas. Sampai akhirnya hari yang dia rencanakan pun tiba.


Luna yang panik kala itu berusaha untuk melarikan diri dengan berlari. Sayangnya, dia tidak pernah sadar kemana langkahnya sampai akhirnya dia tidak sengaja terjatuh ke jurang.


Para penjaga kembali di kerahkan untuk mencarinya. Sementara setelah Luna jatuh dan sadar, dia terus berusaha untuk bertahan sampai tenaganya habis.


Brukk!


Berulang kali gadis itu terjatuh. Namun kali ini seluruh energinya benar-benar sudah habis, dan dia hanya bisa terduduk sambil menangis. Sampai kemudian fokusnya tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang kemudian dengan baik hati membantunya.


Hari berlalu, dan malam pun tiba. Luna berhasil selamat dari kejaran para penjaga. Sebagai gantinya, dia kini bersama dengan wanita yang telah membantunya. Duduk bersama di depan api unggun sambil menikmati ikan bakar yang telah dibuatkan olehnya.


"Siapa namamu?" tanyanya, memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti kebersamaan mereka.


"Luna... Namaku Luna," ujar Luna sambil menatap sosoknya.


"Panggil aku Dorothy..."


...***...