Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 480 - Al, sadarlah!



...***...


Brukk!


Wyman tersungkur jatuh di tanah bersemen.


Elvina bergegas menghampiri Aland dan membantunya. Aland yang bisa dibantunya untuk saat ini, karena Lucy berada dalam kabut yang menyelimuti tubuhnya.


Rei memejamkan kedua matanya hingga irisnya berubah warna. Ia memikirkan sesuatu, menggunakan kemampuan kreasinya untuk membuat benda yang ada dalam pikirannya.


Kipas besar, itu yang ada dalam pikiran Rei. Ia menggunakan benda itu untuk menghempaskan semua kabut yang menyelimuti Lucy.


Wushh…


Dalam satu kali hempasan, semua kabut itu menghilang dalam seketika.



"Sial." Wyman menyeka darah segar yang membasahi sudut bibirnya. Ia bangun dengan tertatih.


"Siapa kau, dan kenapa kau berani ikut campur dengan urusanku?!" teriak Wyman dengan wajah kesal karena Rei dan Elvina mendadak muncul dan menghancurkan segala rencananya.


"Aku adalah temannya Liana, dan aku ikut campur karena kau berusaha melukai temanku!" balas Rei dalam bahasa Inggris agar lelaki itu mengerti dengan ucapannya.


"Kurang ajar!" Wyman mengangkat tangannya, menyerang Rei dengan kekuatan anginnya.


Tubuh Rei terhempas beberapa meter dari posisi semula. Tapi tubuhnya berhasil ia tahan dengan kedua kakinya.


"Ternyata kau bisa menghindar dari seranganku?" Wyman tersenyum simpul melihat Rei bisa dengan mudah menghindar dari serangannya.


Di sisi lain, Elvina segera menghampiri Lucy dan memastikan keadaannya. Wanita itu tak berdaya. Elvina segera mencari cara untuk menetralisir efek dari kabut tidur yang dimiliki Wyman dan sempat terhirup oleh Lucy.


Bugh!


Wyman menyerang Rei dengan tinjunya. Setiap serangan Wyman yang begitu cepat berhasil di tangkis Rei dalam satu kali gerakan.


"Kau bukan manusia biasa rupanya," gumam Wyman yang kemudian melayangkan tendangan ke arah kepala Rei.


"Aku memang bukan manusia biasa." Rei membalasnya dengan tatapan tajam. Ia menghempaskan kaki Wyman. Menghempasnya dengan kekuatan yang ia miliki sampai membuat tubuh Wyman berputar di udara dan spontan jatuh di tanah.


"Apa sebenarnya tujuanmu? Kenapa kau berusaha menangkap Liana dan Aland?" Rei berjongkok memegangi kerah bajunya.


"Bukan urusanmu. Lagipula aku datang bukan untuk mereka. Targetku hanya Lucy!" balasnya.


"Lucy?" Rei mengerutkan kening. Ia tidak tahu siapa yang dimaksud olehnya.


Wyman mengambil kesempatan, menendang tubuh Rei sampai membuatnya terpental dan jatuh di tanah.


"Lebih baik kau tidak usah ikut campur dengan tugasku!" katanya dengan tangan terkepal. Ia siap untuk menyerang Rei lagi.


Wyman menghampiri Rei. Sementara Rei masih berada dalam posisi duduk dan berusaha menahan sakitnya.


Dorr! Dorr! Dorr!


Lucy menembak Wyman berulangkali sampai membuat fokusnya beralih.


"Yang kau inginkan ada di sini!" teriak Lucy.


Rei ikut menoleh padanya. Ia membulatkan mata saat sadar Lucy adalah orang yang dimaksud oleh Wyman.


"Ternyata kau berhasil sadar dari kabut tidurku?" Wyman mengangkat kedua tangannya untuk beralih menyerang Lucy.


Elvina berusaha menyadarkan Aland yang masih tidak sadarkan diri akibat benturan yang cukup keras pada tiang di belakang kepalanya.


"Al, sadarlah!" gumam Elvina yang terus menepuk-nepuk wajah lelaki itu.


"Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja!" Wyman berteriak. Ia berlari kencang menuju arah Lucy yang berdiri dengan sebelah tangan yang terangkat menembak Wyman dengan thorny bites miliknya.


Dorr! Dorr!


Lucy kembali melayangkan tembakannya. Namun, setiap peluru yang melesat keluar dari thorny bitesnya berhenti.


...***...