Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 695 - Jangan banyak bicara!



...***...


"Jangan salahkan aku merebut Joe dan Derek lebih dulu dari tanganmu, karena aku tidak akan bisa hidup tanpa anak-anakku!" Cato menarik tubuh Dorothy dan mendorongnya hingga wanita itu terjatuh ke atas ranjang. Dengan segera dia berlari menuju keluar, menghampiri kamar Joe dan Derek dimana keduanya sedang bermain bersama.


Dorothy tersentak kaget dengan apa yang baru saja dilakukan oleh suaminya. Pria itu langsung beranjak begitu mendorongnya. Dorothy yang menyadari lelaki itu kini pergi menuju kamar kedua putranya bergegas bangun dan berusaha mengejarnya. Namun saat tiba di luar, tepat sebelum dia berhasil tiba di kamar putranya, Cato sudah keluar dengan menyeret Joe dan Derek bersamanya.


"Lepaskan anak-anakku!" Dorothy menghampiri mereka. Menarik tangan Derek yang paling dekat dengannya.


"Jangan sentuh dia! Kau bilang ingin berpisah dariku, kan? Maka jangan pernah berharap kau bisa membawa mereka bersamamu." Cato menarik paksa tangan Derek hingga membuatnya kesakitan. Begitu juga dengan Joe. Kini keduanya panik sekaligus takut, mereka bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Cato terus berjalan, menyeret kedua putranya bersama dengan Dorothy yang terus berusaha menyelamatkan mereka. Tapi usahanya gagal karena Cato terlalu kasar menarik tangan putranya.



"Mama!" Joe dan Derek berteriak saat Cato sekali lagi mendorong wanita itu hingga genggamannya lepas. Dengan segera dia menarik tubuh Joe dan Derek, mengangkatnya dan membawa mereka pergi keluar. Dorothy bangkit dengan tertatih dan langsung mengejarnya. Namun begitu tiba di luar, Cato sudah menaruh kedua putranya di jok belakang mobil dan mengunci pintunya.


Dorothy mulai panik. Dia menangis sambil terus berusaha mengeluarkan kedua putranya, tapi Cato sama sekali tidak memberikannya kesempatan. Lelaki itu langsung masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil itu dengan Joe dan Derek yang berteriak memanggilnya sambil menangis.


"Joe! Derek!" Dorothy menatap kedua putranya yang kini menatap ke arah jendela belakang, menatapnya sambil menangis menyerukan namanya.


"Pa, kita mau kemana? Kenapa papa meninggalkan mama?" Joe menatap lelaki itu sambil menangis.


"Diam dan jangan banyak bicara!" ketus Cato sambil sesekali melirik ke arah kaca spion, memastikan Dorothy tidak sanggup mengejarnya. Namun salah. Wanita itu kini terus menancap gas dan berusaha mengejarnya.


"Pa, berhenti... Aku ingin turun. Aku tidak ingin meninggalkan mama..." Derek merengek, diikuti tangis Joe yang semakin kencang.


"AKU BILANG DIAM!" Cato naik pitam. Lelaki itu membentak keduanya hingga tangis mereka semakin kencang. Tapi alih-alih berusaha menenangkan mereka, Cato justru memiliki ide untuk membuat mereka diam. Dia mengeluarkan sapu tangan di dalam laci dashboard nya. Mengoleskan obat tidur ke sana sebelum akhirnya membius mereka agar diam.


Joe dan Derek sempat memberontak. Tapi pada akhirnya usaha mereka gagal, dan keduanya berakhir tidak sadarkan diri akibat pengaruh dari obat tidur yang Cato berikan.


Pria itu kini bisa fokus mengemudi, membawa kedua putranya lari meninggalkan Dorothy. "Kau tidak akan bisa mengejarku!"


Cato terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia harus lolos bagaimanapun caranya.


...***...