Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 665 - Pembicaraan tengah malam



...***...


"Jadi hari ini sudah waktunya? Aku harap semuanya berjalan lancar, ya. Iya, mama tenang saja. Semuanya pasti akan bisa mama atasi. Huh? Jangan cemaskan aku, semuanya baik-baik saja."


Samar-samar Cato bisa mendengar suara Meredith yang tengah berbicara dengan seseorang lewat telepon. Pria itu memelankan langkahnya dan terus berjalan menuruni tangga hingga akhirnya tiba di tempat dimana suara itu berasal.



Cato berhenti sejenak. Dia bisa melihat Meredith yang sedang duduk di sofa sambil sibuk berbicara di telepon dengan seseorang. Dari pembicaraan yang mereka lakukan, Cato bisa menyimpulkan kalau wanita itu tengah mengobrol dengan ibunya yang tidak lain adalah kakaknya Claire. Cato terdiam sambil memperhatikan wanita itu dari posisinya. Dari pembicaraan antara Meredith dan Claire, Cato bisa mendengar bahwa wanita itu sesekali menyebut-nyebut namanya.


"Mama tenang, semuanya baik-baik saja. Tidak ada yang perlu di cemaskan," kata Meredith. Cato tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan secara pasti. Tapi dari beberapa jawaban yang dilontarkan Meredith, Cato hanya bisa menarik satu kesimpulan. Yaitu Claire pastinya sedang mencemaskan Meredith dan keluarganya karena mereka tinggal di tempatnya.


"Lusia juga baik. Sudahlah lebih baik mama fokus dengan acaranya, aku akan tutup teleponnya, ya? Besok aku masih harus pergi pagi-pagi. Baiklah, sampai jumpa." Meredith memutus sambungan teleponnya. Cato yang menyadari hal itu segera pergi dari tempat itu dan langsung menghampiri ruang dapur.


Meredith beranjak hendak kembali ke kamarnya. Namun fokusnya tiba-tiba terhenti ketika dia secara tidak sengaja bertemu dengan lelaki yang menjadi suaminya tepat di depan tangga.


"Apa yang dibicarakan mama?" tanya pria itu.


"Mama hanya membahas mengenai acara yang akan di selenggarakan hari ini. Katanya mama gugup karena acaranya sebentar lagi, dan dia berusaha untuk tenang. Tadinya dia ingin bicara dengan Lusia dan ingin mendengar suaranya. Tapi sepertinya mama lupa kalau di sini sudah tengah malam."


"Mama hanya menanyakan apakah keadaannya baik-baik saja atau tidak. Mungkin mama masih merasa agak canggung setelah sidang beberapa bulan lalu. Seperti yang kau tahu, hubungan mama dengan om Cato jadi agak berjarak setelah itu. Tapi aku sudah minta agar dia tidak cemas, dan aku bilang om Cato bersikap seperti biasanya."


"Mama terlalu cemas. Padahal om Cato baik, kan?"


"Iya. Aku malah jadi merasa tidak enak. Kalau hal ini sampai terdengar olehnya, mungkin ini bisa membuatnya salah paham..."


"Sudahlah, lebih baik kita tidur. Sudah malam. Jangan pikirkan hal lain lagi."


Meredith menganggukkan kepalanya. Apa yang dikatakan oleh suaminya barusan benar. Lebih baik dirinya kembali ke kamar dan tidur. Dengan begitu, besok dia bisa merasa lebih segar. Apalagi besok masih ada acara yang harus mereka hadiri.


Meredith dan suaminya lantas beranjak menuju lantai dua. Meninggalkan ruangan tenang yang sejak tadi begitu senyap. Tidak ada sedikitpun suara yang mereka dengar, bahkan mereka berdua tidak pernah sadar kalau sejak awal pembicaraan mereka di dengar dengan jelas oleh Cato. Pria itu sejak tadi diam tanpa bersuara dan terus mendengarkan pembicaraan mereka. Sekarang rasa penasarannya terbayar, dia tahu apa yang tadi di bicarakan oleh kakaknya dan Meredith.


Jadi begitu...


...***...