Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 419 - Kabar bagus



...***...


Brakk!


Meja dihadapannya dipukul keras hingga membuat barang-barang di atasnya bergetar hebat.


Semua evolver semakin tidak terkendali. Kalau terus seperti ini, bisa-bisa kacau proyek yang sudah payah selama ini kami bangun! Pria itu mengepalkan tangannya erat. Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, kejadian saat ada salah satu evolver yang mengamuk dan membakar laboratorium, sebagian besar evolver jadi tidak terkendali.


Aku tidak bisa membiarkan proyek ini gagal! Kita harus berhasil, kita harus bisa menguasai dunia dan membuat semua orang berada dalam genggaman dan kendali kita! Kita harus bisa mempertahankan semua ini dan memperkuat segalanya!


Tapi kalau semakin banyak evolver yang tidak terkendali, itu artinya semakin banyak ancaman yang akan menghadang kita.


Aku tidak boleh biarkan ini terjadi. Bagaimanapun, aku harus bisa secepatnya kembali memutar keadaan, dan membuat semua evolver berada dalam genggamanku! Aku harus bisa mengembalikan mereka semua!


Tapi untuk itu… aku membutuhkan sesuatu untuk memperkuatnya. Aku membutuhkan seseorang yang mampu memperkuat kekuasaanku.


Aku membutuhkan dia. Secepatnya…


Pria itu bergegas menggunakan telecosysnya, memanggil salah satu evolver untuk datang ke ruangannya, ia harus memberikan tugas penting padanya.



...*...


Lucy tengah duduk termenung di beranda apartemennya. Kedua matanya menatap ke arah bangunan yang berdiri berjejer hingga sejauh mata memandang.


Sudah dua hari semenjak pertemuannya dengan Leon di kafe waktu itu. Semenjak saat itu, Leon juga turut membantu mencari informasi mengenai target yang mereka kejar. Tapi hanya sekedar mencari tahu apakah di kantornya ada orang yang pernah bertemu dengan target mereka atau tidak. Sebatas itu.


Aland menghampiri rekannya dengan membawa dua minuman soda dalam kaleng.


Aland berdiri di samping Lucy sambil menyodorkan minumannya.


"Kau harus lebih tenang, jangan sampai membuatku frustasi dan berakhir sakit," ujarnya.


Lucy meraih minuman yang di sodorkan oleh Aland.


"Aku tahu kita memang harus menangkap mereka, dan aku juga tahu kalau kau tidak ingin kehilangan jejaknya lagi. Tapi jangan sampai terlalu di bawa beban, aku hanya tidak ingin kau sampai sakit. Bagaimanapun, beberapa bulan lagi kau akan menikah. Kalau kau sampai sakit dan Felix tahu, nanti aku yang dimarahinya."


"Kau tenang saja, aku akan baik-baik saja." Lucy kembali meneguk minumannya.


"Lebih baik sekarang kita jernihkan pikiran lebih dulu, dengan begitu kita bisa menemukan jalan untuk menangkap target kita."


"Sepertinya kau benar." Lucy menanggapi. Ia setuju dengan ucapan Aland yang satu ini. Berpikir dengan pikiran jernih. Hanya itu cara agar mereka bisa menemukan jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi saat ini.


"Al! Lou! Masuk!" Ethan mendadak berucap lewat handsfree yang terpasang pada telinga mereka.


"Ethan, ada apa?" Lucy menjawab sedang Aland mendengarkan.


"Aku membawa kabar bagus untuk kalian!"


"Apa?"


"Aku berhasil menangkap sinyal dari target kalian!"


Lucy dan Aland membulatkan mata. Keduanya beradu pandang satu sama lain dengan wajah terkejut.


"Kau serius? Dimana dia sekarang?"


"Aku akan mengirimkan lokasinya pada kalian, secepatnya kalian ikuti dia dan jangan sampai lepas."


"Baik, cepat kirimkan!" kata Aland.


Kali pasti bisa! Lucy mengepalkan tangannya. Ia segera berlari keluar dari apartemen bersama Aland.


Aland segera mengeluarkan mobil, dan keduanya bergegas pergi dengan mengendarai benda tersebut. Aland menginjak kencang pedal gas mobilnya.


...***...