Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 549 - Titik-titik sinyal



...***...


Andrich bangkit dari tempat pembaringannya. Menoleh ke arah Melinda yang kini tertidur pulas di sofa. Wanita itu secara tidak sengaja tertidur ketika sedang berusaha menghubungi beberapa teman mereka di markas.


Andrich melangkah turun dari ranjang dan menghampiri Melinda.


Wanita itu tampak begitu tenang. Matanya yang terpejam menampakkan secara jelas bahwa dia begitu nyaman saking lelahnya setelah menempuh perjalanan yang cukup lama.


Andrich terdiam memperhatikan wajah Melinda. Keringatnya semakin mengucur deras membasahi tubuh.


Glup!


Pria itu menelan saliva-nya. Tubuhnya semakin merasa tidak stabil, suhunya terus naik turun dengan desir yang terus muncul menghampiri dirinya.


Andrich duduk di tepi sofa. Ia menggigit bibir bawahnya berusaha menahan semua desir dalam dirinya dan mengendalikan diri. Tapi sialnya lagi-lagi dia gagal menahan diri.


Tanpa sadar, tangannya terulur. Meraba pelan bagian tubuh wanita itu hingga membuat tidurnya mulai terusik secara perlahan.


Melinda belum bereaksi apa-apa. Hal itu membuat Andrich semakin leluasa untuk bergerak. Pria itu menggunakan kedua tangannya dan mulai melancarkan aksinya.


"Ahh…" Melinda mulai benar-benar terusik. Apalagi ketika dengan begitu cepatnya Andrich membuka sebagian kancing piyamanya dan mulai memainkan kedua bagian dadanya.


Melinda membuka kedua matanya spontan dan mendapati pria itu yang tengah memainkan tubuhnya dengan mulut.


"Ngh~ A… Andrich…" Melinda mengerang menahan kenikmatan yang mendadak menyerangnya. Dipancing sedikit saja sudah bisa membuat libidonya langsung naik ke permukaan.


Andrich mengalihkan perhatiannya. Menatap Melinda dari arah yang cukup dekat. Tangannya masih terus bergerak meraba tubuhnya.


Pria itu mendekatkan wajahnya, menyambar bibir mungilnya dengan begitu ganas. Lidahnya bermain di dalam mulut Melinda.


Melinda hanya bisa pasrah dan mengimbangi setiap permainannya.


Dia sepertinya sudah benar-benar tidak bisa mengontrol tubuhnya. Secepatnya aku harus membawa Andrich kembali, agar dia bisa mendapatkan serum untuk mengatur sistem hormon tubuhnya. Melinda membatin.


Mereka melepaskan ciuman mereka begitu kedua benar-benar kehabisan oksigen.


Tak sampai di sana, Andrich menciumi tengkuknya. Terus bergerak turun, menyusuri setiap inci tubuhnya.


Melinda mengerang kenikmatan saat dengan lihainya pria itu merangsang sistem dopamine otaknya.


Melinda melirik ke arah meja, tepat dimana telecosys miliknya berada.


Dekis bilang akan menghubungiku begitu ada kapal yang hendak mengunjungi pelabuhan, tapi kapan dia akan menelpon?



...*...


Ethan memperhatikan layar monitor dihadapannya. Ia harus memastikan timnya yang sedang menjalankan misi itu berada dalam keadaan aman.


"Huft~" Ethan menghela napas pelan begitu menyadari keadaan rekan satu timnya yaitu Jean dan Daniel dalam keadaan baik-baik saja.


Untungnya Jean dan Daniel menguasai medan dengan baik, jadi tidak terlalu banyak masalah yang harus mereka hadapi, dan Ethan bisa fokus dengan Lucy dan Aland.


"Tugasku sekarang hanya memantau keadaan dan memastikan mereka tidak lepas dari pengawasanku," gumam Ethan yang kemudian meregangkan otot tubuhnya sebelum kembali fokus pada layar monitornya.


Perhatian Ethan tiba-tiba beralih pada titik-titik aneh dari sinyal yang di tangkapnya. Sinyal-sinyal itu mendadak bermunculan dari arah yang sebelumnya tidak terjangkau.


"Apa ini?" Ethan tertegun.


...***...