
...***...
William dan Aland berjalan mengendap-endap menuju arah pintu belakang. Ia terus melangkah secara perlahan, berharap Joe tak menyadari keberadaan mereka.
Di saat yang bersamaan, Joe melangkah keluar dari ruang tengah, hendak menemui William di ruang dapur. Tapi begitu tiba di sana, pria itu tidak menemukan lelaki yang dicarinya.
"William?" panggilnya. Ia menoleh ke sekeliling, mencoba mencari keberadaan William yang entah dimana.
"Kemana dia?"
"Apakah dia ada di kamarnya?" Joe memonolog. Ia beranjak dari ruang dapur guna mencari William yang mendadak hilang entah kemana.
Ia baru saja akan melangkah menuju lantai dua rumahnya. Tapi langkahnya terhenti saat ia melihat bayangan hitam yang melintas menuju arah pintu belakang.
Apa itu? Apakah William?
Joe menghampiri pintu belakang dengan mengendap-endap. Ia terus melangkah hingga akhirnya menemukan keberadaan William yang benar-benar berjalan menuju pintu belakang.
Dia berusaha lari dariku?
Tunggu, siapa orang yang bersamanya itu?
Aku tidak akan membiarkan lari begitu saja!
Joe menggerakkan tangannya yang dalam seketika membuat waktu berhenti berputar.
Aland mendadak diam membatu di hadapan William yang kini terus melangkah hingga menabrak tubuhnya.
"Al, ada apa?" tanya William dalam bahasa Inggris. Ia menatap pria itu dengan raut wajah bingung.
"Al?" William mengguncang tubuhnya yang membatu.
Sial, pikir William saat sadar dengan apa yang terjadi.
"Sudah kubilang kau tidak akan bisa keluar dengan mudah!" teriak Joe di belakang sana.
William berbalik, dengan wajah panik saat melihat Joe sudah mendekat ke arahnya.
Tapi kalau aku diam saja, maka aku akan tertangkap lagi olehnya.
William dilema.
"Jadi ternyata ada tikus yang menyelinap masuk ke dalam rumahku? Berpikir bisa menangkap hidanganku, tanpa tahu dia sedang berhadapan dengan siapa?" Joe menyeringai melihat Aland yang terdiam membatu di belakang William.
Brakk!
Pintu belakang itu di dobrak keras oleh Rei di luar sana. Hal itu membuat atensi keduanya langsung beralih pada Rei dan Elvina yang baru saja masuk.
"Rei…" William tersenyum simpul melihat sepupunya itu datang.
"Ternyata kau juga datang. Dan kau sudah berhasil membebaskan Elvina?" Joe melirik pada Rei yang datang dengan Elvina.
Rei menghentakkan kakinya membuat tubuhnya langsung melayang di udara.
Ia bergerak cepat menuju arah Joe dengan tangannya yang terkepal. Rei langsung menyerangnya dari jarak dekat.
Joe yang tak sempat menghindar, seketika terhempas jauh saat pukulan Rei mengenai tubuhnya.
"Lari!" Elvina menarik tangan William dan membawa Aland yang membatu keluar dari dalam ruangan tersebut.
Di luar sana, Lucy juga sama-sama membeku tanpa bisa bergerak sama sekali.
"Apa yang harus kita lakukan? Kalau kita melangkah lebih dari sepuluh langkah saja, maka kita akan tersengat." William resah. Apalagi dalam keadaan seperti ini, Lucy dan Aland harus mematung tanpa bisa membantu mereka.
"Sial!" pekik Elvina kesal. Ia berusaha mencari cara supaya bisa melepaskan gelang itu dari tangan mereka. Tapi terlalu kuat, dan terlalu sulit untuk mereka lepaskan.
Bzztt!
Joe menyerang balik Rei hingga membuat lelaki itu terpental keluar dari dalam rumahnya.
"Rei!" Elvina dan William berlari menuju arahnya. Baru beberapa langkah, keduanya berhenti.
...***...