
...***...
"Derek bilang adegan yang aku lihat itu tidak pernah dia ingat sama sekali. Dia bahkan tidak pernah ingat tentang masa lalunya dengan kedua orangtuanya," jelas Rei. Setelah tadi sempat kembali bergabung dengan yang lain, semua orang memutuskan untuk tidur karena malam semakin larut. Mereka juga butuh untuk menjernihkan pikiran agar mereka lebih mudah menemukan jalan keluar atas permasalahan mereka.
Setelah semua orang tertidur, Rei memutuskan untuk menjelaskan apa yang dikatakan Derek pada Louis. Dalam kasus ini, hanya Louis yang bisa membantunya menemukan jawaban atas vision yang dilihatnya. "Jadi maksud tuan, Derek sama sekali tidak ingat itu pernah terjadi?"
"Iya."
"Kalau begitu, tidak ada cara lain. Kita harus mengecek secara langsung untuk menemukan jawabannya. Aku akan membantu tuan menemukan jawaban dari apa yang tuan lihat." Louis beranjak dari tempatnya. Dia menggunakan kekuatannya untuk membuka portal waktu. Ketika pertama kali portal itu terbuka, Rei bisa melihat sebuah cahaya menyilaukan di depan matanya, bersamaan dengan itu angin berhembus dengan sangat kencang sampai-sampai membuat seluruh benda yang ada berterbangan.
Rei beranjak bangun. Cahaya yang dilihatnya semakin lama semakin besar hingga dia bisa melihat sebuah lubang yang langsung terhubung ke suatu tempat yang entah ada dimana.
"Kita akan mengecek masa lalu terlebih dahulu." Louis mengulurkan tangannya ke arah Rei. Pria itu terdiam sesaat sambil memandangi lubang yang dilihatnya sebelum akhirnya menerima uluran tangan dari Louis dan menggenggam tangannya. Louis lalu menarik tangan Rei, melangkah masuk ke dalam portal itu. Hanya dalam sekejap, pemandangan kamar yang semula mereka tempati seketika berubah menjadi pulau di seberang. Pulau itu memiliki penampilan yang sungguh berbeda.
"Pulau ini memang ada di peta dan di tempati. Pulau ini sudah ada sejak dulu, dan mengenai riwayat penempatannya, aku tidak terlalu tahu pasti bagaimana detailnya. Namun yang pasti, pada zaman penjajahan dulu, pulau ini sempat menjadi salah satu pulau jajahan dari para penjajah Inggris. Karena kekayaan alam yang melimpah di pulau ini, para penjajah Inggris membudidayakannya dengan cukup baik, sampai kemudian pulau ini sempat berhasil direbut oleh penjajah Belanda. Hanya saja dari yang aku ketahui, penjajah Belanda tidak melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh penjajah Inggris dalam merawat kekayaan alamnya. Dari catatan sejarah, pulau ini sempat menjadi sengketa antara dua negara. Keduanya pernah diperebutkan oleh Indonesia dan Malaysia."
"Sungguh? Aku baru tahu kalau ternyata ada pulau yang seperti itu..."
"Hanya saja sepertinya pulau yang kita tempati, pulau yang ada di dalam dimensi waktu itu adalah pulau yang sudah di ubah. Seperti yang bisa tuan lihat, penampakannya berubah seratus delapan puluh derajat dari pulau ini kan?" Rei terdiam membenarkan ucapan dari Louis. Kalau dilihat-lihat memang penampilan pulaunya berbeda dari yang mereka tempati sebelumnya.
"Kau benar. Omong-omong, ayo kita lanjutkan perjalanan kita."
Louis menganggukkan kepalanya. Pria itu membuka portal waktu, lantas melangkah.
...***...