Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 317 - Aku akan mentraktirmu



...***...


Bel istirahat. Setelah gagal meminjam buku dari perpustakaan pagi tadi, Rei beruntung tak mendapat hukuman atas bantuan teman sebangkunya yang ternyata sudah meminjam buku.


Begitu bel berbunyi, Rei segera pergi mengunjungi toilet sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruang perpustakaan.


Tidak lama, Rei kembali dari toilet. Ia mengunjungi kelasnya sebentar untuk mencari Marcell. Lelaki itu tengah bersama Lionel, si jangkung yang pendiam namun menyebalkan.


"Marcell, kau akan pergi ke perpustakaan sekarang?" tanya Rei begitu bertemu dengan lelaki itu.


"Aku akan pergi ke kantin bersama yang lainnya sebentar, setelah itu aku akan ke perpustakaan," jawabnya.


"Kalau begitu, aku pergi lebih dulu."


"Ya, silahkan."


Rei berlalu meninggalkannya. Lionel terdiam memandangi Rei yang beranjak meninggalkannya bersama Marcell yang kini sibuk mengecek keuangannya.



...*...


"Rei!" Elvina berbisik sambil melambaikan tangannya ke arah Rei begitu melihat sepupunya tiba di ruang perpustakaan.


Rei tersenyum melihat Elvina yang juga tengah berkunjung ke sana untuk mencari bahan bacaan. Ia segera menghampiri gadis itu yang sedang bersama temannya.


"Hai, kau sedang mencari buku di sini?" tanya Rei.


"Ya. Aku sedang mencari buku untuk di baca." Elvina tersembunyi.


"Kau kenal dengannya?" Seorang perempuan yang datang bersama Elvina bertanya.


"Oh, kenalkan. Ini adalah sepupuku, Rei." Elvina memperkenalkannya pada temannya. "Rei ini kelas tujuh, adik kelas kita."


"Begitu rupanya. Salam kenal kalau begitu." Gadis itu tersenyum ramah ke arah Rei.


"Salam kenal."


"Omong-omong apa yang kau cari di sini?" tanya Elvina.


"Buku paket untuk kelas tujuh ada di sana. Kau hanya tinggal mencarinya saja mana yang kau butuhkan, dan agar kau bisa meminjamkan kau harus membuat kartu anggota. Untuk itu kau bisa mengurusnya di meja, nanti."


"Baiklah, terima kasih."


"Bukan masalah."


Rei beranjak dari tempatnya. Melangkah menuju lorong yang di tunjukkan oleh Elvina barusan.


Elvina tersenyum karena setelah bertahun-tahun bersekolah di sekolah yang berbeda, mereka akhirnya bertemu di SMP yang sama. Ya, walaupun hanya satu tahun, karena di tahun berikutnya ia akan lulus. Setidaknya, Elvina merasa senang bisa bersekolah dengannya.


Rei menyusuri lorong penuh rak berisi buku-buku yang tinggi menjulang di atasnya. Ia mencari buku yang hendak di pinjamnya dan langsung mengumpulkan seluruh buku yang di carinya dalam genggamannya.


"Ini, dan ini." Rei meraih dua buku terakhir. Setelah selesai mengambil semuanya, ia memutuskan untuk segera kembali ke kelasnya.


Ia melangkah menghampiri meja utama yang di tempati pustakawan di sana.


Usai mengurus semuanya, Rei melangkah keluar dari perpustakaan dan berjalan kembali ke kelasnya dengan setumpuk buku dalam genggamannya. Rei berjalan di koridor, tidak ada yang bisa diajaknya bicara karena ia hanya berjalan sendiri, sampai kemudian Miranda mendadak muncul dan meraih sebagian buku dalam genggamannya.


"Miranda?" Rei cukup terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba.


"Kalau kau butuh bantuan, lain kali jangan sungkan untuk mencariku." Miranda berjalan di samping Rei dengan setengah buku yang telah di rebutnya dari tangan Rei.


"Ya, terima kasih."


"Bukan masalah." Miranda tersenyum. Gadis itu mengantarkan Rei hingga tiba di ruang kelasnya.


"Terima kasih sekali lagi."


"Ya, kalau begitu aku pergi."


"Aku akan mentraktirmu makan lain waktu."


"Aku tunggu."


...***...