
...***...
Louis menggelengkan kepalanya pelan.
"Pokoknya aku akan melakukannya apapun agar tuan bisa kembali. Sekalipun aku harus melanggar peringatan dari roh penjaga tadi." Louis mengepalkan kedua tangannya, ia berusaha untuk menyakinkan diri.
Aku akan membawa tuan dari masa depan dan menukar posisinya dengan yang ada di sini. Aku… hanya ingin berusaha membantunya bebas dari dalam sana, walaupun sudah terlambat. Tapi setidaknya aku bisa membebaskannya…
Louis menggerakkan kedua tangannya. Mengumpulkan seluruh energinya untuk membuka portal dimensi dengan kekuatan yang dia miliki. Beruntung, Rei memberikan Louis lebih dari dua puluh kemampuan saat dia diciptakan.
Tak lama, sebuah lubang muncul di hadapannya. Semakin lama semakin besar hingga cukup untuk Louis masuk ke dalam sana.
Louis bisa melihat tempat lain dari dalam lubang itu.
Louis memejamkan kedua matanya. Ia berusaha untuk mencari aura paling jelas di dimensi mana Rei berada. Setelah itu, ia membuka mata, dan pemandangan di lubang itu kembali berubah. Tepat, ke tempat dan waktu dimana Rei berada.
"Huft~" Louis menghela napas dalam-dalam sebelum melangkah masuk ke dalam sana. Ia harus memantapkan dirinya lebih dulu sebelum benar-benar pergi mencari Rei.
Saat Louis melangkahkan kakinya pertama kali, ia tiba-tiba saja melihat sesuatu. Ada sebuah bayangan adegan yang mendadak muncul dalam benaknya.
Sepertinya sebuah ramalan tentang masa depan yang akan terjadi setelah dia mengambil keputusan besar itu.
Louis terdiam. Matanya sekali lagi terpejam, ia juga merasa sedikit sakit pada bagian kepalanya. Lalu berbagai adegan mulai bermunculan dalam benaknya.
Louis melihat sesuatu yang tidak biasa. Ada bahaya yang mengancam, dan sesuatu yang membuat Rei sekali lagi harus terlibat dengan Miles dan Martin. Selain itu, Louis juga melihat Elvina, William, dan beberapa orang asing berkulit putih yang ikut terseret dalam bahaya.
Tak lama, ia melihat sebuah kekacauan, ledakan, darah yang bersimbah dimana-mana, dan mayat yang tergeletak di tanah.
Louis kembali membuka matanya. Ada perasaan tidak enak setelah ia melihat kepingan kejadian itu.
"Apa itu? Apakah itu adalah kepingan kejadian yang akan terjadi kalau aku mengambil keputusan ini?"
Louis menggelengkan kepalanya. Berusaha untuk menyingkirkan segala prasangka buruk yang muncul di benaknya itu.
"Tidak. Jangan berprasangka buruk! Aku tidak boleh cepat menyimpulkan."
"Lebih baik aku mencarinya sekarang…"
Louis melangkah masuk ke dalam portal itu. Setelah dirinya masuk, portal dimensi itu kembali menghilang.
Louis, kini berada di dimensi yang berbeda. Dari tempatnya berdiri, Louis bisa melihat ada begitu banyak tempat yang terasa asing baginya.
Dari tempatnya berada, Louis melihat bagaimana canggihnya teknologi telah mendominasi zaman dimana dirinya sekarang berada.
Louis, sekarang berada di tahun dua ribu lima ratus delapan belas.
"Aku merasakan auranya di sini. Sepertinya, ini adalah tempat di mana tuan hidup dan bereinkarnasi sebagai orang baru."
Louis mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tahun 2518 benar-benar tampak berbeda dari tahun tempat dimana dirinya berasal. Di tahun ini, Louis merasakan suasana baru yang sungguh tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Ada banyak sekali gedung-gedung tinggi, robot-robot Android, alat transportasi yang dikembangkan dengan bantuan robot dan dimodifikasi dengan sedemikian rupa.
Semua yang dilihatnya seperti gambaran masa depan yang selama ini tampak di film dan buku.
...***...