Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 587 - Rantai yang membelenggu



...***...


Rei menoleh ke sisi kiri dan kanannya. Orang-orang yang tadi dilihatnya tidak sadarkan diri itu mulai mengambang. Mereka masih bernapas, Rei bisa melihat gelembung yang keluar setiap kali mereka berusaha untuk menahan napas.


Rei hanya tidak mengerti kenapa mereka bisa tetap mempertahankan diri padahal sebelumnya mereka di seret dengan kondisi tidak sadarkan diri.


Rei menghampiri kaca tabungnya. Setidaknya dia harus melakukan sesuatu untuk hidupnya. Ia menggedor-gedor tabung kaca itu, berharap dengan usahanya bisa membuat kaca itu pecah dan dia bisa keluar. Sialnya kaca itu memiliki ketebalan yang tidak bisa dia ragukan. Sudah pasti tabungnya kuat, dan akan sangat sulit untuk dia pecahkan.


Di tengah usahanya memecahkan tabung kaca itu, tiba-tiba Rei di kejutkan dengan sesuatu dari arah bawah.


Rei menundukkan kepalanya. Ia membulatkan mata begitu melihat lima buah rantai yang bergerak seperti tentakel gurita. Dua di antara rantai itu mengikat kakinya, dua yang lain mengikat kedua pergelangan tangannya, dan satu lagi mengikat lehernya.


Rei berusaha memberontak. Ia berusaha melawan apa yang membelenggunya. Tapi usahanya sia-sia.


Rantai itu secara perlahan menariknya menuju dasar, membuat Rei semakin kesulitan untuk bernapas.


Tepat di tengah-tengah, berat rantai itu tak berubah lagi. Rei tak bisa berbuat banyak. Bahkan setiap kali ia berusaha untuk berenang menuju permukaan, setiap kali itu juga rantai di lehernya mencekik Rei.


Rei terapung dalam air. Ia masih berusaha mempertahankan kesadarannya. Ia berusaha untuk terus menahan napas walaupun rasanya paru-parunya tak mampu lagi untuk menahan napas.


"Kita mulai!" Samar-samar Rei bisa melihat suara profesor yang berdiri di depan layar hologram di sana. Lelaki itu mulai sibuk bersama dengan para Evolab.



Selang-seling kecil itu mulai menempel dan menyuntikkan jarumnya ke beberapa area tubuhnya.


Rei mau tidak mau harus menahan rasa sakit itu. Ia benar-benar tersiksa. Tidak mungkin dirinya berteriak atau meronta.


Usai semua selang itu tertempel di tubuhnya, Rei perlahan bisa merasakan sesuatu masuk lewat selang kecil itu. Sesuatu yang dilihatnya adalah air yang sama yang kini merendam tubuhnya.


Rei merasakan tubuhnya seolah terbakar saat sedikit demi sedikit air itu menerobos masuk lewat jarum suntik yang menusuk tubuhnya itu. Air itu menyatu dan bergerak di antara pembuluh darahnya.


Bersamaan dengan semua itu, Rei mulai merasakan sesuatu. Sebuah reaksi yang benar-benar tidak pernah ia bayangkan akan terjadi.


Jantungnya tiba-tiba saja berdebar lebih kencang. Rasanya seolah akan meledak. Suhu tubuhnya meningkat seperti seseorang yang sedang terkena demam parah, dan selanjutnya Rei tidak bisa merasakan apa-apa pada tubuhnya. Ia merasakan seolah seluruh anggota tubuhnya mati rasa dalam seketika.


Rei merasa mulai kehilangan kesadarannya. Napasnya sudah semakin menipis, dan kesadarannya benar-benar tidak bisa dia pertahankan lagi.


Pandangannya mulai kabur, dan Rei tidak bisa melihat semuanya lagi. Ia perlahan terpejam.


Di sisi lain, profesor terus memperhatikan layar hologram yang tampak dihadapannya. Dengan beberapa Evolab yang terus mengamati setiap tanda vital tubuh pada evolver dalam tabungnya.


...***...