Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 146 - Saksi



...***...


Melinda memperlambat langkahnya saat ia tak lagi dapat menemukan keberadaan Rei yang mendadak hilang dari pengawasannya.


"Aih, kemana pria tampan tadi? Kenapa dia menghilang begitu saja? Argh, sangat disayangkan padahal dia begitu tampan. Kenapa aku harus kehilangan jejaknya?!" Melinda menggerutu kesal.


Melinda celingukan, menoleh ke kiri dan kanan berharap masih bisa temukan keberadaan Rei. Tapi nihil, ia sama sekali tidak bisa menemukannya. Sebagai gantinya, Melinda malah melihat William yang berjalan di bagian lain taman yang tidak terlalu ramai.


William berlari seorang diri dengan laju perlahan. Melinda tersenyum simpul melihat siapa yang ada di depan matanya.


"Tidak apa-apa aku kehilangan si tampan itu, untuk sekarang yang lebih penting aku berhasil menemukan William. Dia lebih penting untuk sekarang, apalagi dia berada tepat di depan mataku. Tidak mungkin aku lepaskan begitu saja."


Melinda melangkah menghampiri William yang tak sadar dengan kehadirannya.



...*...


"Itu benar-benar dia." Elvina berjalan menghampiri lelaki di tepi jalan itu. Ia melangkah perlahan sembari terus memperhatikan wajahnya untuk memastikan kalau dia memanglah si tukang perintah alias Leon yang merupakan atasannya di kantor.


"Pak?" Elvina memanggilnya membuat fokus Leon beralih padanya yang baru tiba.


"El… Elvina…" Leon tercekat melihat kedatangan Elvina yang secara tiba-tiba. Ia memperhatikan Elvina dari atas sampai bawah, wanita yang dipujanya itu mengenakan pakaian olahraga yang cukup membentuk tubuh rampingnya, dan Leon baru sadar bahwa Elvina memiliki tubuh yang indah.


"Bapak sedang ada di sini? Bukankah ini jauh dari tempat tinggal bapak?" Elvina tampak bingung.


"Oh, kebetulan aku bertemu denganmu di sini. Aku baru saja ingin menghubungimu untuk meminta tolong."


"Meminta tolong?" Elvina menaikkan sebelah alisnya.


"Ya, aku harus menghadiri pertemuan dengan beberapa orang temanku di dekat sini. Tapi tiba-tiba mobilku mogok, dan sejak tadi aku tidak bisa menemukan taksi kosong yang melintas. Aku hendak menghubungimu untuk meminta tolong, tapi ternyata kita malah bertemu di sini."


"Percuma saja bapak menghubungiku, karena kebetulan aku tidak membawa ponselku. Aku meninggalkannya di rumah. Tapi, pertemuan dengan beberapa teman bapak, apakah hendak membahas pekerjaan? Bukankah ini akhir pekan?"


"Kami hanya akan berkumpul bersama dan mengobrol topik ringan saja. Bukan membahas tentang pekerjaan."


"Begitu rupanya…"


"Hm… karena kau sudah ada di sini, bagaimana kalau kau membantuku? Aku ingin kau membantuku mencari taksi agar aku bisa pergi ke sana, sekaligus kalau boleh… aku ingin memintamu untuk menemaniku datang ke sana."


"Saya akan membantu bapak mencari taksi, tapi kalau untuk menemani bapak pergi ke sana seperti saya tidak bisa. Lagipula ini hari libur saya, dan saya tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti perintah bapak." Elvina menolaknya secara halus namun terang-terangan.


"Aku tidak meminta kau ikut sebagai perintahku karena aku atasanmu, tapi aku memintamu ikut hanya sebagai saksi. Teman-temanku sering tidak percaya dengan alasan yang aku berikan, maka dari itu aku ingin mengajakmu sebagai saksiku. Jadi agar kau bisa membantuku menjelaskan apa yang aku alami kalau-kalau mereka menanyakan alasan keterlambatanku datang ke sana," jelasnya.


...***...