Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 228 - Tapi itu menurutmu



...***...


Brukk!


Makhluk itu menghantam dinding lantas lenyap menjadi abu. Pria berpakaian serba hitam itu tersentak saat melihat apa yang telah terjadi.


Louis benar-benar mengalahkan seluruh anak buahnya dan kini hanya menyisakan dirinya seorang.


"Sekarang giliranmu. Aku tidak bisa memaafkan kau yang sudah menyentuh tuanku!" Louis mengubah iris matanya, terus berjalan menuju arah lelaki itu.


"Baiklah jika itu maumu. Hadapi aku." Pria itu mengepalkan kedua tangannya bersiap untuk melawan Louis yang kini makin dekat menuju arahnya.


Pria itu memasang kuda-kuda, bersiap untuk menyerang Louis.


Louis berlari menuju arahnya, pria itu meninjunya berulang kali pada beberapa bagian tubuhnya.


Pria itu berhasil menangkis setiap serangan yang di berikan Louis, setiap pukulannya berhasil ia tahan dengan kedua tangannya walaupun sedikit terseret akibat pergerakannya yang begitu cepat.


Tak tinggal diam, ia juga berusaha menyerang balik Louis. Menyerangnya dengan tinju di beberapa bagian tubuhnya, mencari titik lemah pria itu.


Ia tak hanya meninjunya berulang kali. Setiap tendangan, pukulan, dan setiap jurus beladiri yang ia kuasai ternyata sama sekali tak mampu membuat Louis kalah dalam pertarungannya.


Louis terlalu kuat. Ia bahkan bergerak dengan begitu lihainya menghindari setiap serangannya.


Brakk!


Pria itu tersungkur di tanah saat Louis berhasil menyerangnya lagi. Ia meringis kesakitan saat tubuhnya menghantam keras tanah.


Makhluk apa dia sebenarnya? Kenapa dia begitu kuat? batinnya.


Pria itu mendelik menatap Louis yang kini berdiri tak jauh dari posisinya terjatuh.


Aku adalah Louis, sang makhluk imajiner yang bertugas melindungi tuanku!



Pria itu terbelalak saat mendengar suara Louis menggema di telinganya.


A… apa itu? Dia bisa membaca pikiranku?


Tentu saja, dan aku juga bisa dengan mudah mengalahkanmu!


Louis menghampirinya, ia menghentakkan kakinya hingga membuat tubuh pria itu tertindih.


"Argh…" Pria itu tak dapat bernapas sama sekali.


"Aku akan membuatmu menyesal karena sudah menyentuh tuanku!" Louis menginjaknya semakin keras. Pria itu makin tidak bisa bernapas, sampai ia menggunakan kekuatannya.


Tubuhnya berubah menjadi asap sampai membuat Louis beralih menginjak tanah.


Louis tertegun. Kini fokus pandangan beralih menatap ke sekeliling berubah mencari keberadaan pria yang kini berkamuflase menjadi asap.


"Kau mencariku?" bisiknya di telinga Louis.


Louis hendak berbalik, tapi pria itu lebih dulu bergerak. Ia mendorong tubuh Louis hingga terhimpit di dinding perpustakaan.


"Kau tidak akan semudah itu mengalahkan aku." Ia tersenyum menyeringai melihat Louis yang kini kesulitan untuk membebaskan diri dari cengkramannya. "Aku akan membuatmu membayar atas kehancuran yang kau sebabkan pada semua anak buahmu itu!"


Pria itu menekan tubuh Louis hingga membuatnya tak bisa bergerak. Louis terus meronta, ia berusaha membebaskan dirinya dari pria itu, namun sia-sia karena pria itu benar-benar telah mengunci pergerakannya, bahkan ia kini mencengkram kedua tangan Louis dan mencengkeram keduanya di belakang punggungnya.


"Aku tidak akan kalah begitu saja." Louis melirik lewat ekor matanya hingga matanya saling beradu satu sama lain dengannya.


"Memangnya apa yang mampu kau lakukan, huh? Kau sudah berada dalam genggamanku, dan tak mudah untuk membebaskan diri dariku."


"Tapi itu menurutmu." Louis mengerjapkan mata hingga kedua irisnya berubah menjadi abu-abu muda, seperti warna putih.


...***...