
...***...
"Terima kasih atas makanannya," ucap Pricilla dalam bahasa Inggris.
"Bukan masalah. Omong-omong setelah ini, apa yang akan kalian lakukan?" Buzz menaruh gelas yang di genggamnya. Mereka bertiga baru saja selesai sarapan, Buzz membuatkan sebuah hidangan spesial sebagai menu sarapan mereka.
"Kami akan pergi ke London," jawab Derek.
"Maksudnya, kalian akan mencari Jessy?"
"Ya. Kira-kira apakah kau tahu dimana Jessy menghadiri seminarnya?"
"Maaf, tapi aku benar-benar tidak tahu dimana dia menghadiri seminarnya. Yang pasti, dia bilang kalau dia akan berada di sana cukup lama, itu saja. Lagipula, aku dan Jessy tidak terlalu dekat walaupun kami bertetangga."
"Begitu rupanya…"
"Tapi kenapa kalian tidak coba menghubunginya? Atau barangkali, kalian bisa mengecek universitas yang mengadakan seminar di London di internet?"
"Oh benar! Kau ada benarnya juga, kita bisa mencari keberadaan Jessy lewat internet!" Pricilla menimpali.
"Apakah kau memiliki laptop atau komputer? Kami berdua baru saja kehilangan ponsel kami saat di bandara kemarin."
"Benarkah? Astaga. Kalau begitu tunggu di sini, aku akan mengambil laptopku." Buzz bangun dari duduknya dan mengambilkan laptop untuk mereka gunakan.
Pricilla dan Derek segera mengeceknya di internet, mencari petunjuk keberadaan Jessy lewat seminar yang dihadirinya.
...*...
Waktu mereka tidak banyak, pasalnya kalau mereka terlalu lama berkeliaran di Oslo, bisa saja ada evolver atau penjaga di sana yang mengenali mereka.
"Lain kali, kalau kalian kemari lagi. Berkunjunglah padaku, akan aku buatkan kalian makanan yang lebih enak dari sebelumnya."
"Ya, kami pasti akan berkunjung." Pricilla menjawab.
"Kalau begitu kami pamit."
"Hati-hati di jalan. Sampai jumpa lagi."
"Sampai jumpa lagi." Derek dan Pricilla melambaikan tangannya ke arah Buzz yang terdiam di pintu depan rumahnya sementara Derek dan Pricilla mulai sibuk melangkah menuju jalan raya dan mencari taksi yang akan mengantarkan mereka menuju bandara.
Perjalanan mereka dari Indonesia ke Norwegia ternyata sia-sia, karena Jessy yang hendak mereka temui justru sedang pergi ke Inggris untuk menghadiri seminar dari universitas tempatnya berkuliah dulu.
Pricilla dan Derek melangkah menyusuri jalanan, sejak tadi mereka belum menemukan satupun taksi yang bisa mengantarkan mereka hingga ke bandara.
"Kau yakin kita akan pergi ke London?" Pricilla menatap Derek dengan raut wajah ragu.
"Tentu saja, hanya itu satu-satunya cara agar kita bisa menemukan Jessy dan mendapatkan alamat sepupunya Nils yang tinggal di Finlandia."
"Tapi kenapa kita harus ke Finlandia? Memangnya tidak ada evolver sepertimu di sana? Bukankah kau bilang mereka ada di seluruh penjuru dunia?"
"Tentu saja di sana juga ada evolver sepertiku, tapi populasinya lebih sedikit dibanding dengan negara-negara lain. Itu karena Finlandia jauh dari Indonesia, selain itu letaknya yang dekat kutub Utara membuat para evolver sepertiku sedikit kesulitan menjangkau bagian yang dekat dengan kutub Utara yang khususnya seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia. Sebenarnya, bisa saja kita melarikan diri ke Australia atau New Zealand. Tapi, kedua negara itu memiliki lebih banyak penjaga yang membuat kita akan sangat kesulitan untuk melarikan diri."
"Lalu bagaimana dengan Norwegia?"
...***...