Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 535 - Transmigrasi



...***...


Beberapa hari berlalu. Setelah berhasil bertahan hidup, Dorothy tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan Luna dan teman-temannya di pagi hari.


Ia melangkah keluar dari dalam ruang persembunyiannya dan mendapati beberapa penduduk yang selamat itu kembali untuk mencarinya.


"Dorothy!" Luna yang paling bahagia melihat wanita itu berada dalam keadaan baik-baik saja.


"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Dorothy dengan raut wajah bingung.


Luna melerai pelukannya dan menatapnya lekat. "Syukurlah kau masih hidup. Kau baik-baik saja 'kan?"


"Aku tidak apa-apa. Tapi kenapa kalian kemari? Kukira kalian sudah kembali ke asal kalian masing-masing."


"Luna yang memaksa kami untuk kembali dan memastikan keadaanmu. Lagipula kami sempat terpisah karena kapal yang kami tumpangi hancur. Beberapa di antara kami berhasil melarikan diri hingga ke pulau seberang. Tapi Elvina dan William… kami tidak bisa menemukan mereka di manapun," jelas Fero runtut.


"Apa? Jadi selama ini kalian ada di pulau seberang?"


"Ya. Kami di sana untuk beberapa hari. Beberapa evolver terluka dan kami membutuhkan waktu untuk penyembuhan."


"Seharusnya kalian tidak perlu kembali untuk mencariku. Lebih baik kalian kembali ke tempat asal kalian masing-masing, dengan begitu kalian akan aman."


"Kami tidak bisa pergi tanpamu. Kami sudah menganggapmu sebagai ibu bagi kami sendiri."


"Benar," sahut yang lainnya di sertai anggukan kepala.


"Dorothy, ayo kita ke pulau seberang. Kita tinggal di sana. Aku dan yang lainnya telah membuat tempat baru untuk kita tinggal." Luna menggenggam tangan Dorothy dan menatapnya penuh harap.


"Pulau seberang?" Dorothy menatap satu persatu orang di sana dengan bimbang.


"Kau mau, ya?" Luna dan yang lainnya menatap penuh harap.


Setelah beberapa saat, Dorothy akhirnya menjawab "ya." Kemudian semua orang bersorak senang.


Dorothy dan pada penduduk yang tersisa pada akhirnya bertransmigrasi ke pulau seberang.


Mereka menempati pulau itu dan membangun desa baru di sana. Yang jauh lebih tenang, lebih damai, dan jauh dari pantauan pada penjaga.



Laboratorium, saat ini.


2020


Pria itu menatap anak buahnya dengan raut wajah murka. Ia baru saja melemparkan beberapa benda di dekatnya hingga hancur berkeping-keping.


Beberapa penjaga sampai bergidik ngeri saat melihat emosi dari si tua profesor begitu membuncah ketika tahu mereka gagal menangkap Joe yang berhasil melarikan diri dengan Derek.


Profesor mengusap wajahnya kasar. "Aku tidak ingin tahu, kalian harus bisa menemukan Joe dan Derek. Tangkap mereka sampai dapat dan jangan biarkan mereka lolos!" pekiknya penuh emosi.


Para penjaga hanya bisa mengangguk dengan tubuh gemetar dan wajah pucat pasi.


"Kalau kalian kembali sebelum dapat menemukan Joe dan Derek, maka akan kupastikan kalian mendapati hukuman yang berat!" teriaknya lagi.


"Mengerti?!"


"K… kami mengerti, prof…" lirih mereka serentak.


"Bagus. Sekarang, enyahlah dari hadapanku!"


Para penjaga itu membungkuk sebelum akhirnya berbalik. Melenggang pergi meninggalkan si tua bangka yang emosinya mencari ubun-ubun itu.


Ia benar-benar frustasi. Akhir-akhir ini, proyek yang selama bertahun-tahun di kerjakan bersama rekannya mulai berantakan.


Banyak di antara evolver yang mereka kendalikan, mulai memberontak dan bertindak diluar dari kontrol mereka.


Brakk!


Meja dihadapannya itu di gebrak dengan kencang sampai membuat beberapa benda yang tersisa di atasnya bergetar.


"Aku harus mempercepat prosesnya!" ujar profesor.


...***...