Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 450 - Curang



...***...


Brukk!


Rei tersungkur di tanah. Ia menghempaskan tangannya ke arah Andrich begitu sadar pria itu menyerangnya dari belakang. Tapi Andrich lebih dulu bergerak dan berpindah ke tempat lain.


Bugh!


Satu hantaman lagi yang tak terelakkan. Rei meringis menahan sakit saat Andrich kembali menghajarnya tanpa aba-aba.


Rei bangun tertatih.


Dia benar-benar bermain curang, pikirnya sambil menahan sakit pada tubuhnya.


Aku tidak boleh kalah. Rei mengepalkan tangan, matanya mengedar ke sekeliling sedangkan dirinya bersiap untuk menahan setiap serangan mendadak yang dilancarkan Andrich padanya.


Rei menyerang ke segala arah berharap salah satu serangannya berhasil mengenai Andrich.


Ctarr!


Satu kali serangan lagi. Tapi lagi-lagi serangannya tak ada yang mengenai Andrich.


Rei diam dengan tenang. Matanya kembali mengedar mencari Andrich di segala arah tempatnya berdiri.


Bugh!


Mendadak tanpa aba-aba. Andrich kembali menyerangnya hingga tersungkur jatuh.



"Pegangi dia!" titah Andrich, memanggil seluruh pasukannya.


Mereka semua muncul dan segera memegangi Rei seperti yang sudah di perintahkan.


Rei memberontak kuat saat semua makhluk halus itu mencengkramnya sekuat tenaga.


"Sekarang, kau akan ikut bersamaku." Andrich tersenyum simpul sembari menghampiri Rei yang ada di sana.


Aku tidak boleh tertangkap, batin Rei.


Ia memejamkan mata dan memfokuskan seluruh energinya pada satu titik.


Belum sempat Andrich membawa Rei pergi, mendadak tubuh lelaki itu menjadi dua dan berdiri tepat di sebelahnya.


Rei menciptakan kloning.


Rei kloning tanpa perlu didikte langsung menyerang Andrich dengan kemampuannya.


Sial. Jadi dia juga bisa menggandakan diri? Andrich menatapnya sambil sebelah tangan memegangi bagian tubuhnya yang terasa sakit.


Rei mengepalkan tangan dan menyerang Andrich dengan kekuatan petirnya.


Andrich segera menghindar. Mengubah dirinya jadi asap dan berpindah ke sisi lain.


Di belakang Rei, ia segera memukul pria itu.


Rei kloning lebih waspada, dan berhasil menghindari serangan dari Andrich. Membuat pria itu seketika tersungkur di tanah saat gagal menghantam tubuhnya.


Rei mengerjap hingga iris matanya berubah. Ia segera berusaha untuk membakar tubuh Andrich dengan kemampuannya.


Bugh!


Salah satu anak buahnya itu menyerang hingga Rei kloning tersungkur di tanah.


Kobaran api membakar rerumputan yang kini mereka pijak.


Andrich berhasil menyelamatkan diri dari serangannya tadi.


Andrich berdiri dibelakangnya. Mengulurkan tangan ke arah Rei dan menghisap seluruh energi yang dimiliki oleh kloningnya.


Poof!


Kloningnya lenyap begitu seluruh energinya terkuras habis. Bersamaan dengan itu, Rei mulai merasa lemas karena sebagian energinya di serap oleh Andrich secara tidak langsung lewat kloningnya.


"Sekarang guna memastikan kau tetap bersama…"


"Arghh!" Rei mengerang keras, memusatkan seluruh energinya hingga petir menyelimuti seluruh tubuhnya.


Beberapa anak buah Andrich sampai melepaskan tubuhnya hingga membuat Rei tersungkur jatuh di tanah.


Aku tidak boleh tertangkap olehnya, pikir Rei yang berusaha bertahan walau energinya terus menipis.


Andrich diam sejenak dengan wajah terkejut. Ia benar-benar kaget dengan apa yang barusan dilakukan oleh Rei terhadap kedua anak buahnya.


Kemampuannya ternyata lebih hebat dari dugaanku. Dia bahkan bisa menggunakan kekuatannya hingga mempengaruhi semua makhluk yang aku kendalikan, batin Andrich.


Rei mendongak ke arahnya. Rei mengerjap, membuat iris matanya berubah. Ia semakin memicu api semakin besar dengan kemampuannya.


Andrich tersentak dan spontan mundur.


...***...