Adventure In The Dark

Adventure In The Dark
Tragedy 525 - Kita akan membantunya!



...***...


"Hanya kalian satu-satunya orang yang bisa membantu kami di pulau ini. Jadi aku mohon, bantu aku…" ujar Joe lirih.


"Kami tidak bisa percaya padamu!" tukas Fero.


"Sudahlah, hiraukan dia. Lebih baik kita kembali mencari kayu bakar untuk api unggun!" Luna berbalik bersama dengan yang lainnya. Tapi tangisan Joe kembali menghentikan mereka.


"Kenapa kalian tidak mau membantuku! Adikku benar-benar membutuhkan bantuan kalian. Apakah kalian tidak memiliki perasaan?" teriak Joe disertai isak tangis.


Ia menatap Derek yang terbaring dalam pangkuannya. "Aku benar-benar minta maaf Derek… aku minta maaf…"


"Dengar! Air matamu itu tidak akan berhasil meluluhkan perasaan kami!" tukas Fero.


"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tiba-tiba Dorothy datang menghampiri anak-anak penduduk desanya.


Luna dan yang lain spontan menoleh ke arah wanita yang baru saja tiba itu.


"Dorothy…"



Dorothy terdiam dengan mata terbelalak saat melihat Joe dan Derek terduduk di pasir.


Joe menangis sedangkan Derek dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan para remaja yang tinggal di desanya hanya diam dan hendak pergi seolah tak melihat apa yang terjadi.


"Kau!"


Kalimat Dorothy membuat Joe spontan mendongak ke arahnya.


Dorothy mendekat. "Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanyanya.


Masih dengan posisi berdiri.


Joe menyingkirkan tubuh Derek dan mendekat ke arah Dorothy, menarik dan menggenggam tangannya.


"Tolong aku… hiks…" Joe berucap lirih sambil menatapnya lekat. "Adikku butuh bantuan…"


"…Kalau dia tidak cepat ditangani, maka dia akan mati." Joe memohon dengan sangat. Ia makin terisak.


"Kau tidak akan membantunya 'kan, Dorothy?" tanya Luna memastikan.


Joe membungkuk, bersujud di kaki Dorothy guna menunjukkan bahwa dia benar-benar membutuhkan bantuan.


"Para penjaga sebentar lagi akan kemari untuk menangkap kami. Kalau aku sampai gagal menyelamatkan adikku… maka sudah benar-benar tidak ada lagi harapan untuk kami," tutur Joe dengan suara bergetar.


"Aku sudah mengkhianati mereka. Aku sudah tidak ingin lagi bekerja untuk mereka. Aku ingin bebas, aku ingin membawa adikku keluar dari pulau ini. Jadi bantu aku…"


"…Hanya dia satu-satunya keluarga yang aku miliki. Selamatkan dia…"


"…Aku mohon selamatkan dia!" Joe mencurahkan seluruh isi hatinya. Berharap dengan begitu, mereka bisa memberikan kepercayaan mereka untuknya dan mau membantunya serta Derek.


"Sudah kubilang sandiwaramu tidak akan berhasil. Sudahlah, ayo kita pergi dari si…"


"Akan kami bantu!" potong Dorothy cepat.


Hal itu membuat Fero yang baru saja berucap, dibuat melongok oleh kalimat menohok yang baru terlontar dari mulut kepala desanya.


"Tunggu, apa?" Luna yang paling tak percaya di sini.


"Kami akan membantumu," cetus Dorothy mempertegas kalimatnya.


"Terima kasih… aku benar-benar berterima kasih." Joe menyeka air matanya.


"Tunggu, kau bercanda 'kan, Dorothy? Kau tidak mungkin mau membantu mereka 'kan? Apakah kau lupa? Mereka adalah penjaga yang dulu sempat menyerang desa kita dan menghancurkan semuanya…" Luna tak bisa terima.


Dorothy menoleh ke arah wanita dihadapannya.


"Kita akan membantunya. Aku tahu apa yang terbaik untuk kita!" tutur Dorothy.


Wanita tua itu menoleh pada Fero dan yang lainnya. "Bantu dia, dan bawa mereka ke desa. Kita akan membantu mengobati lukanya," titah Dorothy.


Fero dan yang lainnya tampak ragu. Tapi mereka tidak mungkin protes padanya.


...***...